Makna Mendalam Hari Tarwiyah 8 Dzulhijjah
- 25 Mei 2026 11:04 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Hari Arafah (9 Dzulhijjah). Dua hari ini memiliki makna mendalam, khususnya bagi mereka yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, namun juga sangat relevan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Tarwiyah berasal dari bahasa Arab “rawwa-yurawwi” yang berarti “merenung” atau “berpikir dalam-dalam”. Hari ini dikenal sebagai hari ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan mimpi dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Karena tidak langsung mengambil keputusan, Nabi Ibrahim merenung sepanjang malam dan siangnya—berusaha memahami makna mimpi tersebut. Maka hari ini dinamakan Tarwiyah, sebagai simbol kontemplasi dan pencarian makna ilahi.
Dalam konteks ibadah haji, Hari Tarwiyah adalah saat jamaah haji mulai bergerak dari Makkah menuju Mina, melaksanakan salat dan bermalam di sana sebelum menuju Arafah keesokan harinya. Tradisi ini masih dilakukan hingga kini sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji yang disebut manasik haji.
Bagi umat Muslim yang tidak menunaikan haji, Hari Tarwiyah juga bisa diisi dengan puasa sunnah dan memperbanyak amal salih.puasa di Hari Tarwiyah tetap dianjurkan karena mengikuti amalan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....