TP PKK Kepri Soroti Peningkatan Diabetes dan Kanker Anak
- 18 Mei 2026 08:21 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Peningkatan kasus diabetes dan kanker pada anak menjadi perhatian serius Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat penanganan bersama melalui edukasi kesehatan, penguatan pola hidup sehat, serta deteksi dini guna menekan angka penyakit pada anak di Indonesia.
Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, mengungkapkan berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, prevalensi diabetes pada anak mengalami peningkatan signifikan. Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 10 hingga 14 tahun dengan persentase mencapai 46 persen dan didominasi anak perempuan sebesar 59,3 persen.
Dewi menyampaikan mayoritas kasus yang ditemukan merupakan diabetes tipe 1. Namun demikian, obesitas disebut menjadi faktor risiko kuat terhadap meningkatnya diabetes tipe 2 pada anak. Pernyataan tersebut disampaikan saat pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kota Batam periode 2026-2031 di Wyndham Panbil, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan institusi pendidikan. Intervensi dini dinilai penting dilakukan melalui pengendalian obesitas, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, serta penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin bagi anak-anak.
Selain diabetes, Dewi juga menyoroti tingginya kasus kanker pada anak di Indonesia. Berdasarkan data IDAI tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker anak setiap tahun. Jenis kanker yang paling banyak ditemukan yakni leukemia, disusul limfoma dan kanker otak yang memerlukan penanganan medis secara intensif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya angka deteksi dini. Dari total kasus yang ada, hanya sekitar 20 persen yang berhasil terdeteksi dan mendapatkan penanganan medis. Keterbatasan fasilitas kesehatan, kurangnya tenaga medis spesialis, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal penyakit menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
Dewi Kumalasari Ansar turut mengapresiasi langkah IDAI Kepulauan Riau yang menggelar seminar edukasi kesehatan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka diabetes dan kanker anak. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan keluarga dapat terus diperkuat demi menciptakan generasi anak yang sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....