Batam Perkuat Kewaspadaan Hantavirus di Wilayah Perbatasan

  • 15 Mei 2026 22:43 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah dan instansi kesehatan di Kota Batam memperkuat kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus menyusul munculnya laporan kasus di Indonesia serta tingginya mobilitas internasional di wilayah perbatasan tersebut.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam, Ahmad Hidayat mengatakan pengawasan di pintu masuk internasional seperti pelabuhan dan bandara terus dilakukan melalui sistem surveilans terhadap penumpang, alat angkut, hingga lingkungan sekitar.

Menurutnya, pengawasan juga dilakukan terhadap keberadaan tikus yang menjadi salah satu hewan pembawa berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus.

“Kami di pintu masuk terus melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari luar negeri maupun dalam negeri, termasuk dengan alat angkutnya. Jadi seluruh jajaran Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah juga sudah sangat concern terhadap penyakit ini,” kata Ahmad Hidayat dalam dialog Batam Menyapa di Pro 1 RRI Batam, Selasa 12 Mei 2026.

Dialog Batam Menyapa Pro 1 RRI Batam. (Foto: Youtube/RRI Batam)

Ia menjelaskan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dilakukan menggunakan thermal scanner dan sistem self assessment melalui aplikasi All Indonesia. Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan survei tikus di kawasan pelabuhan dan bandara setiap 40 hari sekali untuk mendeteksi potensi penyakit yang dibawa hewan pengerat tersebut.

Ahmad menambahkan masyarakat tidak perlu panik terhadap isu hantavirus, namun tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, flu, nyeri badan, maupun gangguan pernapasan.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Meldasari menyebut Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah sosialisasi dan pengendalian melalui puskesmas serta fasilitas kesehatan di Kota Batam.

Ia mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa gejala hantavirus tidak bisa langsung dipastikan hanya dari keluhan flu atau demam, karena harus melalui pemeriksaan dan investigasi riwayat perjalanan pasien.

“Untuk masyarakat Kota Batam sendiri, intinya harus tetap tenang dan tidak panik. Tapi tetap waspada, jadi jangan menganggap biasa dengan gejala-gejala yang sudah saya sampaikan. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Meldasari menambahkan lingkungan yang lembab, kotor, banyak genangan air, serta dipenuhi sampah dapat meningkatkan risiko keberadaan tikus yang berpotensi membawa penyakit. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis.

Selain melakukan edukasi melalui 22 puskesmas di Batam, Dinas Kesehatan juga akan menyebarkan leaflet dan informasi kesehatan kepada masyarakat terkait gejala, penularan, serta langkah pencegahan hantavirus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....