Hari Kesadaran Cedera Sumsum Tulang Belakang di Britania Raya

  • 14 Mei 2026 15:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Selain peringatan internasional, tanggal 14 Mei juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Cedera Sumsum Tulang Belakang di Britania Raya. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kehidupan para penyintas cedera sumsum tulang belakang sekaligus memberikan edukasi tentang dampak, penanganan, dan proses pemulihannya.

Catatan paling awal ditemukan dalam Papirus Edwin Smith dari Mesir kuno sekitar tahun 2500 SM. Pada masa itu, para dokter Mesir Kuno menganggap cedera tersebut sebagai kondisi yang tidak dapat disembuhkan.

Pengobatan yang pertama mulai terlihat di India Kuno yang menggunakan teknik traksi untuk membantu meluruskan tulang belakang. Pada abad ke-7, dokter asal Bizantium, Paul of Aegina, menjadi salah satu tokoh pertama yang memperkenalkan teknik bedah menggunakan laminektomi guna mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Meski demikian, selama berabad-abad para dokter masih percaya bahwa cedera sumsum tulang belakang tidak dapat dipulihkan. Kemajuan ilmu pengetahuan baru mulai berkembang pada masa Renaisans ketika Leonardo da Vinci dan Andreas Vesalius memberikan gambaran anatomi tulang belakang dan saraf manusia secara lebih akurat.

Perubahan besar terjadi pada tahun 1981 ketika ilmuwan asal Kanada, Albert Aguayo dan Sam David, menemukan fakta bahwa saraf pada sumsum tulang belakang memiliki kemungkinan untuk beregenerasi. Penemuan ini mematahkan keyakinan lama bahwa SCI tidak dapat ditangani.

Kemajuan teknologi medis pada pertengahan abad ke-20, seperti pencitraan medis, teknik operasi modern, rehabilitasi, dan layanan transportasi darurat, turut meningkatkan kualitas perawatan bagi penderita cedera sumsum tulang belakang. Berkat perkembangan tersebut, harapan hidup dan kualitas hidup penyintas SCI kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....