Kredit Perbankan Naik 9,49 Persen di Tengah Gejolak Global
- 06 Mei 2026 22:46 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sektor perbankan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi global, dengan pertumbuhan kredit yang stabil dan risiko yang terkendali.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh 9,49 persen secara tahunan menjadi Rp8.659 triliun. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan Februari sebesar 9,37 persen.
“Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh kontribusi bank milik negara, bank swasta nasional, bank asing, serta kantor cabang bank luar negeri," katanya melalui siaran tertulis, Rabu 6 Maret 2026.
Di sisi kualitas aset, OJK mencatat perbaikan indikator risiko. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto tercatat 2,14 persen, sementara NPL neto berada di 0,83 persen. Rasio Loan at Risk (LAR) juga menurun menjadi 8,94 persen, menunjukkan risiko kredit tetap terjaga.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,55 persen secara tahunan menjadi Rp10.230 triliun, didorong oleh kenaikan giro, deposito, dan tabungan. Likuiditas perbankan juga dinilai memadai, tercermin dari rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) sebesar 84,64 persen.
“Industri perbankan Indonesia memiliki tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai untuk menyerap potensi tekanan di masa depan,” tambah Dian.
Secara sektoral, pertumbuhan kredit terbesar berasal dari sektor konstruksi, diikuti rumah tangga dan industri pengolahan. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,85 persen.
Namun, pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih relatif terbatas, hanya naik 0,12 persen secara tahunan menjadi Rp1.498 triliun. Meski demikian, angka ini menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya mengalami kontraksi.
OJK menyatakan terus mendorong penyaluran kredit UMKM melalui kebijakan baru, termasuk penerbitan aturan untuk mempermudah akses pembiayaan bagi sektor tersebut. Pemerintah juga memberikan sejumlah insentif, seperti keringanan pajak, untuk memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung sektor usaha kecil.
Pengamat menilai, meski sektor perbankan tetap solid, tantangan global seperti volatilitas pasar dan tekanan harga energi masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....