Kemnaker Bekali Mahasiswa Hadapi Tren Green Jobs
- 28 Apr 2026 21:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) memperkuat pembekalan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, termasuk transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta peluang kerja baru di sektor green jobs. Upaya ini dilakukan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan jabatan bertajuk Future-Proofing Your Career: Navigating the Green Job Wave 2026 yang diikuti mahasiswa dan alumni Polteknaker di Jakarta, Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika pasar kerja.
“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Estiarty.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi faktor penting agar lulusan dapat lebih cepat terserap di pasar kerja. Menurutnya, Polteknaker selama ini telah menunjukkan capaian positif dalam menyiapkan lulusan siap kerja, yang tercermin dari tingginya serapan alumni di berbagai sektor.
Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap kompetensi baru juga meningkat. Sejumlah profesi yang banyak dibutuhkan antara lain pengembang perangkat lunak, analis data, spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, kreator konten, hingga mitra bisnis sumber daya manusia.
Estiarty juga mengingatkan bahwa jalur karier di masa depan akan semakin dinamis dan tidak selalu linear.
“Jangan terpaku pada satu pilihan pekerjaan. Peluang baru akan terus muncul seiring perkembangan dunia kerja,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan kemampuan praktis, seperti adaptasi teknologi, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan kerja.
Sementara itu, Direktur Polteknaker Yoki Yulizar mengatakan bahwa perubahan dunia kerja tidak hanya dipengaruhi digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga arah pembangunan berkelanjutan.
“Green economy tidak hanya terkait isu lingkungan, tetapi juga menyangkut daya saing industri dan ketenagakerjaan. Ketika model bisnis berubah, kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah,” ujar Yoki.
Melalui pembekalan ini, Kemnaker berharap lulusan Polteknaker semakin siap menghadapi transformasi dunia kerja, khususnya dalam memanfaatkan peluang di sektor green jobs dengan kompetensi yang adaptif dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....