Kemnaker Luncurkan Talent and Innovation Hub Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

  • 28 Apr 2026 21:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan program Talent and Innovation Hub (TIH) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara talenta dan dunia usaha guna mendorong penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Program ini diperkenalkan di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi pada Selasa, 28 April 2026, dan diikuti secara daring oleh ribuan peserta dari berbagai daerah.

Peluncuran TIH dilakukan di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Indonesia, khususnya kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa Talent and Innovation Hub merupakan bagian dari transformasi fungsi BPKK menjadi ekosistem yang menghubungkan pelatihan, inovasi, dan kebutuhan dunia usaha. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya mempersiapkan tenaga kerja sebagai pencari kerja, tetapi juga mendorong mereka menjadi pencipta lapangan kerja.

“Kita ingin balai ini menjadi tempat bertemu, tempat berdiskusi, tempat mengembangkan ide, mengembangkan inovasi, mengembangkan kewirausahaan. Dan insyaallah balai kita siap memfasilitasi itu,” ujar Yassierli.

Program TIH mencakup berbagai kegiatan, mulai dari penguatan kompetensi berbasis kebutuhan industri hingga pelatihan di bidang keterampilan digital, kecerdasan buatan, dan kewirausahaan. Selain itu, program ini juga dirancang inklusif dengan menyediakan peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga didorong menghasilkan solusi atau produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pemerintah berharap pendekatan ini dapat meningkatkan kesiapan kerja sekaligus mendorong inovasi.

“Melalui Talent and Innovation Hub, kita ingin memastikan Indonesia tidak hanya memiliki talenta unggul, tetapi juga mampu memberdayakan talenta untuk menciptakan inovasi inklusif yang berdampak,” kata Yassierli.

Selain pelatihan, TIH juga menyediakan program inkubasi bisnis bagi startup dan pelaku usaha. Dalam tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan ide, melakukan validasi pasar, hingga menyusun model bisnis berkelanjutan.

Program ini juga menghadirkan sesi berbagi pengetahuan dan talkshow yang membahas isu strategis ketenagakerjaan, serta memfasilitasi pertemuan antara talenta, pelaku usaha, dan investor melalui kegiatan business matching. Pemerintah berharap langkah ini dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha baru.

Menutup pernyataannya, Yassierli mengajak masyarakat, organisasi, dan asosiasi untuk berkolaborasi dengan BPKK dalam mengembangkan program ini. Ia menyatakan bahwa dukungan jejaring, instruktur, dan skema sertifikasi diharapkan dapat melahirkan talenta unggul dan inovasi yang berdampak bagi perekonomian nasional.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....