Dari Rumah Tangga ke Ekonomi Digital: Peran Perempuan Indonesia Kian Strategis

  • 29 Apr 2026 17:19 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Di tengah percepatan transformasi digital, peran perempuan Indonesia semakin meluas tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam menopang stabilitas ekonomi dan menghadapi risiko baru di ruang keuangan digital.

Pesan itu mengemuka dalam webinar bertajuk “Kartini Masa Kini: Perempuan, Pengetahuan, dan Perubahan” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta dan diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Di balik angka partisipasi yang tinggi, tersirat realitas yang lebih dalam: perempuan kini berada di garis depan perubahan, sekaligus menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai perempuan memegang peran penting dalam menjaga kepercayaan di sektor jasa keuangan—sebuah elemen yang menjadi fondasi stabilitas ekonomi.

“Peran dan kontribusi kepemimpinan perempuan sangat penting dan strategis, baik dalam lingkup keluarga maupun profesional,” ujarnya.

Namun, peran itu tidak datang tanpa tantangan. Seiring meningkatnya keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan digital, risiko penipuan dan kejahatan keuangan juga ikut meningkat.

Friderica menekankan pentingnya membekali perempuan dengan literasi dan keterampilan yang memadai. Menurutnya, penguatan kapasitas ini bukan hanya soal pemberdayaan individu, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan ketahanan ekonomi nasional.

“Perempuan perlu didukung dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat mencapai kesejahteraan sekaligus melindungi diri dari berbagai penipuan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, melihat perempuan sebagai aktor kunci dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Peran perempuan akan semakin besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi negara,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan, akses yang semakin luas ke ruang digital harus diiringi dengan perlindungan yang kuat. Perempuan, menurutnya, masih menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi target kejahatan keuangan.

“Tidak hanya akses yang dibuka, tetapi perlindungan terhadap perempuan juga harus dijaga dengan baik,” tambahnya.

Upaya perlindungan ini, kata Meutya, juga terkait dengan kebijakan yang lebih luas, termasuk program perlindungan anak di ruang digital yang pada akhirnya berdampak pada keamanan perempuan.

Diskusi ini mencerminkan perubahan lanskap peran perempuan di Indonesia dari pengelola keuangan rumah tangga hingga pelaku aktif dalam ekonomi digital yang terus berkembang.

OJK menilai bahwa pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, akses, dan perlindungan menjadi kunci untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, regulator, industri, dan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam memastikan perempuan tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital, tetapi juga mampu memimpin perubahan tersebut dengan aman dan berdaya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....