RRI Gelar Budaya Pantun Tiga Serumpun di Batam

  • 24 Apr 2026 16:31 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar kegiatan budaya Pantun Tiga Serumpun di Kota Batam dengan melibatkan Radio Televisi Malaysia (RTM) dan Radio Televisi Brunei Darussalam (RTB), Kamis, 23 April 2026, di Aula Pemerintah Kota batam. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antar media publik dari tiga negara serumpun dalam upaya memperkuat dan melestarikan budaya Melayu.

Acara yang berlangsung di Batam ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, jajaran pemerintah Kota Batam, tokoh masyarakat, jajaran RRI, serta delegasi dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat serumpun.

Direktur Program dan Produksi RRI, Mistam, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung lama sebagai bagian dari upaya menjaga budaya Melayu.

“Kegiatan seperti ini itu sudah sangat lama sekali hampir dua puluh tahun kita bermesraan menjaga, merawat, dan memajukan budaya Melayu kita,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan kedekatan hubungan antara RRI, RTM, dan RTB yang telah terjalin erat selama ini.

“Kalau kita sudah berjumpa dengan kawan-kawan Brunei, kita berjumpa dengan kawan-kawan Malaysia itu rasanya bukan orang lain lagi kita terasa keluarga besar,” katanya.

Mistam turut menyoroti tantangan besar di era digital, terutama maraknya konten negatif di media sosial.

“RRI bersama RTB, RTM harus bersatu padu kita semuanya ini memerangi konten-konten negatif di sosial media kita,” menurutnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi dalam membumikan budaya Melayu.

“Budaya ini adalah ikhtiar kolektif untuk membumikan budaya ini memang perlu kerja kolaborasi, kerja sinergi di antara berbagai pihak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya sebagai identitas generasi mendatang.

“Budaya memang substansinya adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai pada setiap generasi,” katanya.

Selain itu, Amsakar mengingatkan bahwa budaya merupakan hasil proses panjang yang tidak bisa dibentuk secara instan.

“Ini proses yang panjang. Dia bermula dari value, nilai, lalu kemudian menjadi adat istiadat. Saat itu dia menjadi budaya,” menurutnya.

Melalui kegiatan ini, Batam tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga simbol penguatan identitas budaya Melayu di kawasan. Kolaborasi antara RRI, RTM, dan RTB diharapkan terus berlanjut dalam menjaga dan mengembangkan budaya di tengah tantangan globalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....