Energi Terbarukan Kepri Hadapi Tantangan Skala Proyek

  • 21 Apr 2026 21:27 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Kepulauan Riau masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah perbedaan skala proyek yang cukup signifikan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau, M. Darwin, menjelaskan bahwa kontribusi EBT saat ini masih relatif kecil. Hal ini disebabkan oleh proyek yang masih tersebar dalam skala kecil.

Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pembangkit EBT berasal dari instalasi rooftop. Kapasitasnya pun relatif terbatas dibandingkan pembangkit besar.

“Rooftop itu satu bangunan paling enam Mega, di McD Dermot itu enam Mega kemudian ada di Satnusa dan beberapa bangunan lainnya itu kecil-kecil dia," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat pencapaian bauran energi menjadi cukup menantang. Terlebih ketika ada pembangunan pembangkit besar berbasis fosil.

M. Darwin mencontohkan adanya proyek besar yang langsung mengubah komposisi energi. Hal ini berdampak signifikan terhadap perhitungan bauran energi.

“Tiba-tiba PT Bai bangun enam ratus Mega, PLTU Setoko itu Batamindo rencana bangun dua Giga itu juga coal batu bara itu habis itu hitungannya EBT kita langsung habis.," ujarnya.

Ia menilai perlu strategi yang lebih terarah dalam pengembangan EBT. Pemerintah juga mendorong proyek-proyek besar berbasis energi bersih.

Dengan langkah tersebut, diharapkan porsi energi terbarukan dapat terus meningkat. Hal ini penting untuk mencapai target energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....