Nasdem Kepri Bereaksi, Sampul Majalah Dinilai Ganggu Psikologis Kader
- 15 Apr 2026 19:21 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Terik panas Kota Batam seolah mencerminkan suasana hati para kader Partai NasDem di Kepulauan Riau. Di tengah udara yang sumuk, kader tingkat provinsi hingga kota berkumpul menyatakan sikap atas polemik sampul sebuah majalah nasional yang dinilai menyinggung martabat partai.
Tak ada angin segar yang berembus ke markas biru itu. Alih-alih mereda, perbincangan soal sampul majalah nasional justru memantik kegelisahan, terutama di kalangan kader daerah yang merasa visual tersebut membuka ruang tafsir negatif terhadap kondisi partai.
Sekretaris DPW NasDem Kepri, Dewi Socowati, mengatakan pertemuan ini digelar untuk merespons langsung aspirasi kader dan simpatisan yang berkembang sejak polemik mencuat.
"Ini bukan reaksi yang berdiri sendiri. Sebelumnya sudah ada aksi di Jakarta, bahkan sudah ada permintaan maaf dari pihak media Tempo. Tapi di daerah, kami tetap perlu mengakomodasi suara kader agar tidak berkembang liar,” katanya, Rabu, 15 April 2026.
Dewi menegaskan, keberatan utama kader tidak diarahkan pada isi pemberitaan majalah, melainkan pada visual yang ditampilkan di sampul. Gambar tersebut dinilai menghadirkan personifikasi yang dapat memicu tafsir negatif terhadap kondisi partai.
“Yang menjadi keberatan itu bukan isi beritanya, tetapi gambar di sampul. Kesan yang muncul seperti merendahkan Ketua Umum kami. Itu yang memicu reaksi kader,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa penjelasan yang utuh, visual tersebut dapat ditafsirkan beragam oleh publik, termasuk di internal partai sendiri. Beberapa kader, kata dia, bahkan melihatnya sebagai gambaran bahwa partai tengah berada dalam kondisi lemah atau tidak memiliki masa depan yang jelas. Hal inilah yang dikhawatirkan dapat memengaruhi psikologis kader di daerah.
“Interpretasi seperti itu yang kami khawatirkan. Jangan sampai berkembang menjadi pemahaman yang berbeda-beda dan justru melemahkan semangat kader,. Kami menilai sampul majalah Tempo dapat mengganggu psikologis kader didaerah,” kata Dewi.
Karena itu, forum tersebut juga difungsikan sebagai ruang untuk meluruskan persepsi sekaligus mengingatkan bahwa dinamika politik, termasuk komunikasi antarpartai dan tokoh politik, merupakan hal yang lazim terjadi.
“Komunikasi politik antarpartai itu biasa. Tapi ketika narasinya diarahkan menjadi negatif atau ditambah bumbu-bumbu tertentu, itu yang kami tolak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dewi menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut akan dirumuskan sebagai pernyataan sikap dan diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta. Ia menyebut, langkah-langkah komunikasi dengan pihak media juga telah dilakukan oleh pengurus pusat.
“Dari DPP sudah ada langkah, termasuk komunikasi dengan pihak media. Kami di daerah lebih kepada memastikan aspirasi kader tersampaikan,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, DPW NasDem Kepri juga mengimbau seluruh kader untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas. Dewi menekankan pentingnya soliditas di tengah dinamika politik yang berkembang.
“Kami minta semua kader tetap tenang. Dinamika politik itu hal yang biasa, tapi yang terpenting adalah menjaga soliditas. Apapun keputusan DPP nanti, kami yakini itu yang terbaik,” ujarnya.
Terkait isi pemberitaan yang juga menyinggung dinamika politik internal, termasuk isu perpindahan tokoh ke partai lain, Dewi menyatakan hal tersebut merupakan ranah strategis yang menjadi kewenangan pengurus pusat.
“Hal-hal seperti itu sudah menjadi kajian komprehensif di tingkat DPP. Kami di daerah tidak dalam posisi untuk memberikan penilaian lebih jauh,” katanya.
Meski polemik masih menjadi perhatian kader, Dewi menegaskan bahwa pihaknya tetap mengapresiasi langkah permintaan maaf yang telah disampaikan oleh pimpinan redaksi media tersebut sebelumnya.
“Kami menerima dan mengapresiasi permintaan maaf itu. Ini bukan soal benar atau salah semata, tetapi bagaimana kami merespons aspirasi kader dengan cara yang terarah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....