Ratusan Warga Batam Gelar Salat Istisqa, Memohon Hujan Hadapi El Nino
- 30 Mar 2026 19:28 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ratusan warga bersama aparatur Pemerintah Kota Batam memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre. Di bawah terik matahari, mereka tampak khusyuk mereka bersimpuh dalam Salat Istisqa, memanjatkan doa memohon turunnya hujan setelah beberapa pekan Batam dilanda cuaca panas yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut hadir dan mengikuti rangkaian ibadah sunah itu. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan bahwa Salat Istisqa merupakan upaya batin yang berjalan seiring dengan langkah-langkah teknis yang telah dilakukan pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada menurunnya ketersediaan air baku di sejumlah waduk utama serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita menyadari air merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat Batam. Melalui Salat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah, sehingga waduk kembali terisi dan risiko kebakaran hutan dapat diminimalkan,” ujar Amsakar, Senin, 30 Maret 2026.
Salat Istisqa yang digelar pagi itu dipimpin oleh Ustaz Hefri AR sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Kiai Dhoifi Ibrahim. Dalam khutbahnya, Kiai Dhoifi mengajak jamaah untuk memperbanyak istigfar dan melakukan introspeksi diri.
“Kekeringan yang terjadi menjadi pengingat bagi manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Kiai Dhoifi di hadapan ratusan jamaah.
Berdasarkan data terbaru, tingginya intensitas panas yang melanda Batam dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan peningkatan penguapan dan minimnya resapan air ke waduk. Kondisi ini turut memengaruhi ketersediaan air bersih di wilayah yang dikenal sebagai kawasan industri dan perdagangan itu.
Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, memprioritaskan kebutuhan utama, serta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diminta waspada terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan masing-masing.
Pemerintah berharap, melalui ikhtiar doa bersama ini, kondisi cuaca segera membaik dan ketahanan air di Batam dapat kembali stabil dalam waktu dekat. Salat Istisqa menjadi simbol sinergi antara upaya spiritual dan langkah nyata pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem yang tengah melanda daerah itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....