Ogoh-Ogoh Hari Raya Nyepi, Simbol Pengendalian Diri

  • 19 Mar 2026 09:32 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Suasana perayaan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di Pura Agung Amerta Bhuana berlangsung semarak melalui pawai ogoh-ogoh, Rabu, 18 Maret 2026.

Pawai ini merupakan bagian dari rangkaian pengerupukan yang memiliki makna sebagai upaya mengusir energi negatif dan sifat-sifat buruk dalam diri manusia sebelum memasuki hari hening.

Ogoh-ogoh yang diarak menggambarkan berbagai sifat keduniawian seperti keserakahan, ketidakadilan, dan ketidakmakmuran. Simbolisasi ini menjadi pengingat bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi diri.

Ketua panitia, Laksamana TNI Ketut Budiantara, menyampaikan bahwa pawai ogoh-ogoh bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai spiritual yang mendalam dalam rangkaian Nyepi.

“ Hari ini kita melaksanakan penggerupukan atau pawai ogoh-ogoh yang merupakan simbol dari sifat-sifat ketampakan, ketidakadilan, ketidakmakmuran, serta sifat-sifat keduniawian,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa setelah rangkaian ini, umat Hindu akan memasuki puncak perayaan Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian sebagai bentuk pengendalian diri dan refleksi spiritual.

Dengan dukungan masyarakat dan aparat keamanan, kegiatan berjalan lancar dan tertib. Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga momentum untuk menciptakan kehidupan yang lebih damai dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....