Sejarah Peringatan Hari Kesadaran Gangguan Identitas Disosiatif

  • 05 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Setiap tanggal 5 maret di peringati sebagai Hari Kesadaran Gangguan Identitas Disosiatif secara internasional. Hari ini digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang gangguan mental identitas disosiatif atau dissociative identity disorder (DID).

Melansir laman National Today, pengidap DID merasa memiliki banyak kepribadian yang hidup dalam tubuh mereka. Kepribadian ini mungkin memiliki nama, usia, jenis kelamin, dan penampilan yang berbeda.

Sayangnya, gangguan DID ini sering kali mengalami salah didiagnosis atau bahkan tidak didiagnosis sama sekali. Untuk itu peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, agar masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kondisi tersebut

Gangguan identitas disosiatif dipicu oleh peristiwa traumatis yang terjadi di masa kanak-kanak. Seperti trauma akibat pelecehan, pengabaian, serta trauma dini dan kronis lainnya.

Ketika trauma masa kanak-kanak terjadi, hal itu dapat menyebabkan gangguan identitas disosiatif berkembang dengan mencegah anak membentuk rasa diri yang kohesif atau terpadu selama tahun-tahun awal mereka. Inilah yang dikenal sebagai "kepribadian inti". Identitas alternatif terbentuk ketika trauma yang berkepanjangan menyebabkan berbagai keadaan perilaku yang ada sejak lahir menjadi semakin terputus satu sama lain.

Orang yang mengalami DID mungkin mengalami kehilangan ingatan dan pengalaman keluar dari tubuh. Beberapa juga mengalami keterpisahan dari sensasi dan emosi.

Mengembangkan banyak identitas adalah mekanisme koping yang melindungi anak. Mekanisme ini menjaga ingatan dan emosi trauma tetap terkandung dengan identitas tertentu sehingga tidak sepenuhnya membebani anak. Orang tersebut mungkin percaya bahwa peristiwa traumatis terjadi pada kepribadian tertentu dan bukan pada mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk memisahkan diri dari peristiwa tersebut dan tidak harus menghadapi kenyataan bahwa itu terjadi.

Seiring berkembangnya pengetahuan, lebih banyak penelitian yang membantu komunitas medis untuk lebih memahami gangguan tersebut. Hari Kesadaran Gangguan Identitas Disosiatif sendiri menyoroti gangguan tersebut dan membantu mereka yang terkena dampaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....