Daya Beli Perlu Didorong, UMKM Jadi Kunci Pertumbuhan Inklusif Kepri
- 03 Mar 2026 16:27 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Di tengah pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang cukup tinggi pada 2025, tantangan utama yang kini menjadi perhatian adalah penguatan daya beli masyarakat. Pertumbuhan yang tinggi tidak akan bermakna optimal jika tidak diikuti dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.
Kepala Bank Indonesia Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan, secara karakteristik, masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan konsumsi yang tinggi ketika pendapatan meningkat.
"Karena itu, kami mendorong konsumsi menjadi langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat. Di sinilah peran UMKM menjadi sangat krusial," jelasnya saat kegiatan Bincang Bareng Media, Selasa, 3 Maret 2026.
Ronny melanjutkan, UMKM memiliki keterkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat. Setiap peningkatan belanja rumah tangga berpotensi langsung menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah, menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang memperkuat perputaran ekonomi daerah.
Ketika UMKM tumbuh, terjadi pendapatan pelaku usaha meningkat, penyerapan tenaga kerja lokal bertambah, perputaran uang lebih banyak terjadi di dalam daerah dan konsumsi masyarakat kembali terdorong
Siklus inilah yang membentuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Dalam konteks ini, penguatan UMKM bukan hanya soal pemberdayaan usaha kecil, tetapi strategi ekonomi untuk memastikan hasil pertumbuhan dapat menyebar lebih merata di tengah masyarakat.
Ke depan, dorongan terhadap daya beli dan penguatan UMKM menjadi dua sisi yang tidak terpisahkan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....