Koperasi Desa Merah Putih Bisa Jadi Sarana Pencegahan Kekerasan
- 28 Feb 2026 05:41 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih Sidakarya di Denpasar, Provinsi Bali, Selasa, 25 Februari 2026. Koperasi tersebut memiliki 505 anggota dengan komposisi 65 persen perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dominasi perempuan dalam struktur keanggotaan dinilai sebagai kekuatan sosial yang strategis. Kunjungan ini menyoroti peran koperasi dalam pemberdayaan sekaligus perlindungan perempuan.
Menteri PPPA menilai koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Ia mendorong perluasan peran koperasi sebagai sarana edukasi dan pencegahan kekerasan. Pendekatan berbasis komunitas dianggap efektif dalam membangun kesadaran kolektif. Koperasi dinilai memiliki posisi penting di tingkat desa.
“Keberadaan koperasi ini perannya sangat strategis untuk dikembangkan tidak hanya untuk memberdayakan ekonomi perempuan, tetapi juga sebagai sarana edukasi terutama dalam pencegahan kekerasan. Perempuan dalam koperasi dapat berperan sebagai agen pencegahan kekerasan melalui pemberdayaan ekonomi perempuan. Kemandirian finansial yang dimiliki perempuan akan mengurangi kerentanan terhadap kekerasan berbasis gender," ujar Menteri PPPA.
Ia juga menyampaikan koperasi dapat menjadi ruang kolaborasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial. Peningkatan kesadaran perlindungan perempuan dan anak perlu dibangun secara partisipatif. Struktur koperasi memungkinkan interaksi rutin antaranggota. Pola ini mempermudah deteksi dini terhadap potensi persoalan sosial.
"Koperasi juga strategis untuk membangun solidaritas sosial di tingkat desa. Ketika masyarakat terhubung dan saling mengenal melalui aktivitas ekonomi yang sehat, maka potensi persoalan sosial, termasuk kekerasan, dapat lebih cepat terdeteksi dan dicegah,” ujar Menteri PPPA, dikutip dari Kemenppa, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, KDMP Sidakarya telah dimanfaatkan oleh ratusan anggota. Ragam usaha yang dijalankan meliputi penjual sayur, pembuat kue, pengelola coffee shop, mini apotek, hingga butik kecil. Anggota rata-rata memanfaatkan pinjaman sebesar Rp5 hingga Rp10 juta untuk memperkuat modal. Skema ini membantu memperluas kapasitas usaha yang sudah berjalan.
Untuk memperluas partisipasi, pengurus melakukan pendekatan jemput bola melalui arisan dan pertemuan PKK. Strategi ini efektif menjangkau perempuan di tingkat komunitas. Pola partisipatif memperkuat keterlibatan anggota secara berkelanjutan. Model tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun desa yang aman dan berdaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....