Fokus Makna Harmoni dan Arah Indonesia Emas

  • 26 Feb 2026 21:27 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Makna harmoni nasional tidak lagi dipahami sekadar sebagai kerukunan, tetapi sebagai kekuatan kolektif dalam menjaga masa depan bangsa. Perspektif ini disampaikan dalam sosialisasi IHAI 2026 yang berlangsung di Batam.

Peneliti utama BRIN, Herie Saksono, menegaskan bahwa pendekatan pengukuran harus lebih luas.

“Harmoni nasional tidak cukup diukur dengan ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa identitas kebangsaan menjadi faktor utama dalam menjaga kohesi sosial.

“Identitas kebangsaan adalah determinan kohesi sosial,” lanjutnya.

Menurutnya, penambahan dimensi kebangsaan sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Penambahan dimensi kebangsaan itu selaras dengan Asta Cita,” katanya.

Dari sisi metodologi, ia memastikan bahwa pendekatan ini tetap kuat secara ilmiah.

“Secara metodologis tidak diragukan lagi, tidak diragukan lagi,” tegasnya.

Herie pun menutup dengan penekanan terhadap makna harmoni itu sendiri.

“Harmoni bukan sekedar kerukunan, tetapi kekuatan kolektif bangsa dalam menjaga persatuan dan masa depan Indonesia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....