Dimensi Kebangsaan Jadi Perekat dalam Pengukuran IHAI 2026
- 26 Feb 2026 20:56 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2026 digelar secara hybrid di Batam, melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan metodologi pengukuran harmoni nasional yang telah berjalan selama lima tahun.
Peneliti utama pada Badan Riset dan Inovasi Nasional, Herie Saksono, menjelaskan bahwa pengukuran IHAI kini mengalami pengembangan dengan penambahan satu dimensi baru.
“Indeks Harmoni itu sudah kita lakukan tahun kelima. Sudah lima tahun kita lakukan Indeks Harmoni,” ujarnya dalam pemaparan.
Ia menyebut, sebelumnya terdapat empat dimensi utama, yakni ekonomi, sosial budaya, keberagamaan, dan interaksi sosial. Namun kini ditambahkan dimensi kebangsaan sehingga total menjadi lima dimensi.
“Nah, di konteks ini kita mau nambah satu dimensi lagi. Kalau kemarin dimensinya adalah dimensi ekonomi, sosial budaya, kalau Ibu Bapak lihat di sini, ekonomi, sosial budaya, keberagamaan. Nah, sekarang kita tambah satu namanya kebangsaan,” jelasnya.
Menurut Herie, dimensi kebangsaan memiliki peran penting sebagai perekat seluruh aspek kehidupan berbangsa.
| Baca juga: Fokus Makna Harmoni dan Arah Indonesia Emas |
“Kebangsaan itu as a glue of the nation. Jadi kebangsaan itu yang mengikat kita. Gak ada gunanya ini empat ini bersliweran, kita rankingnya tinggi-tinggi, ketika perekatnya justru gak ada,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh dimensi dalam IHAI memiliki bobot yang sama dalam pengukuran.
“Tapi sama nih, bobotnya sama dua puluh persen, dua puluh persen, dua puluh persen, dua puluh persen, dan dua puluh persen,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....