Menaker Soroti Risiko Tinggi di PT ASL, Pengawasan K3 Harus Diperketat

  • 26 Feb 2026 00:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kondisi keselamatan kerja di PT ASL Shipyard Indonesia, Batam, setelah ditemukannya berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja. Peninjauan dilakukan untuk memastikan perlindungan tenaga kerja berjalan optimal di sektor industri berisiko tinggi.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menilai kompleksitas pekerjaan di galangan kapal menjadi tantangan utama dalam penerapan keselamatan kerja.

“Teman-teman, pengelola pekerjaan kompleks seperti ini tidak mudah ya. Pemilik perusahaan manajemen harus mengerti bahwa mereka mempekerjakan orang di tempat yang berisiko tinggi. Ada sekian banyak perusahaan subcon bekerja di satu tempat bersamaan, ada sekian ratus orang bekerja,” ujar Yassierli.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya pengawasan yang konsisten agar seluruh prosedur keselamatan benar-benar dijalankan di lapangan.

“Sangat mungkin ya, apa yang tertulis di prosedur itu belum tentu terlaksana, sehingga memang pengawasan, pengawasan, pengawasan itu ya. Jadi, ini yang ingin saya sampaikan. Kita masih melihat banyak hal yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah temuan yang belum ditindaklanjuti oleh perusahaan.

“Iya, tujuh temuan utama yang harus difollow up oleh PT ASL ya. Dan tadi saya melihat ada beberapa yang sudah diperbaiki, tapi masih ya banyak kita lihat eh risiko-risiko terkait dengan kecelakaan kerja di lapangan,” ungkapnya.

Pemerintah menegaskan akan terus mengawal perbaikan di lapangan agar risiko kecelakaan kerja dapat ditekan dan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....