Inflasi Batam Dinilai Terkendali meski Ada Tekanan
- 23 Feb 2026 21:51 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah pusat menilai inflasi di Kota Batam relatif terkendali meskipun sempat mengalami tekanan pada awal 2026. Hal ini disampaikan Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kemendagri, Bisri, dalam Rakor Nasional di Batam.
Bisri menyebut angka inflasi Batam masih berada dalam rentang yang stabil berdasarkan data tahun sebelumnya.
“Rata-rata inflasinya kisaran antara dua terakhir kalau data saya kisaran dua koma satu sampai dua koma enam nilai inflasi di tahun dua ribu dua puluh lima,” ujarnya.
Namun, ia mengakui terdapat kenaikan inflasi pada awal tahun yang dipengaruhi sejumlah faktor eksternal.
“Kalau tadi malam saya cek beritanya pada month on month mungkin untuk di bulan Februari awal ini sedikit agak terganggu dia naik ke tiga koma satu sampai ke tiga koma tiga,” katanya.
Menurutnya, kenaikan tersebut lebih dipicu oleh momentum libur dan sektor pariwisata.
“Lebih banyak dipengaruhi oleh sebenarnya hari libur kalau saya baca dari asumsi-asumsi yang ada. Harga tiket melambung tinggi,” jelasnya.
Selain itu, beberapa komoditas pangan juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi.
“Lainlain yang mempengaruhi nilai inflasi hanya ada saya lihat bahwa cabe rawit, cabe ya cabe, cabe keriting, kemudian bawang, dan beberapa komoditi-komoditi konsumtif lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan menunjukkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata.
“Tetapi kita senang bahwa Kota Batam itu mendapatkan jamuan daripada pariwisata itu semakin bagus,” katanya.
Bisri menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas pemerintah melalui penguatan koordinasi dan distribusi pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....