Pola Konsumsi Masyarakat Pengaruhi Serapan Beras Bulog
- 23 Feb 2026 21:05 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Pemerintah Kota Batam menyoroti rendahnya serapan beras dari Perum Bulog di masyarakat sebagai salah satu tantangan dalam pengelolaan pangan daerah.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, dalam Rakor Nasional Stabilitas Harga di Batam, Rabu (18/2/2026).
Ia menyebut masyarakat di wilayah Kepulauan Riau cenderung memilih beras premium dibandingkan beras non-premium yang disediakan pemerintah.
“Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kota Batam, beras yang ada di Perum Bulog ini jarang terserap dengan baik di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan konsumsi tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan beras premium yang banyak beredar di pasaran.
“Karena masyarakat Kepri ini umumnya sudah terbiasa dengan beras premium yang didatangkan,” katanya.
Firmansyah bahkan menyinggung adanya pasokan beras dari luar daerah yang belum tentu seluruhnya melalui jalur resmi.
“Saya tidak tahu datangnya legal atau ilegal yang didatangkan dari luar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi harga secara umum masih dalam kategori terkendali.
“Tapi alhamdulillah untuk kestabilan harga di kota Batam terkendali,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa stabilitas tersebut dicapai melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Forkopimda dan pelaku usaha.
“Ini berkat kerja sama antara kepala daerah dengan Forkopimda dengan baik dan juga dengan asosiasi distributor,” jelasnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas distribusi dan serapan pangan.
“Yang penting diharapkan oleh pemerintah kota, pasokannya lancar, harganya terkendali,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....