Kemenag Kepri Ajak Umat Jaga Kerukunan meski Berbeda Awal Ramadhan

  • 18 Feb 2026 16:26 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemantauan hilal penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriyah di Pantai Setumu, Dompak, Kota Tanjungpinang, Selasa (17/2/2026) sore, tidak terlihat. Faktor hujan ringan dan posisi hilal yang masih di bawah ufuk (minus) menjadi penyebab utama tidak terlihatnya anak bulan di wilayah Kepulauan Riau.

"Hilal tidak berhasil dilihat karena kondisi cuaca saat ini merata di seluruh Pulau Bintan berawan tebal dan hujan ringan. Perkiraan kondisi ini bertahan sampai esok hari," ujar perwakilan BMKG Tanjungpinang, Fadris.

Berdasarkan data BMKG, ketinggian hilal di Tanjungpinang berada pada posisi -1 derajat dengan elongasi 1 derajat 1 menit 64 detik.

Senada, Akademisi dari STAIN SAR Kepri, Arbisora Angkat, menjelaskan mengapa hilal tidak terlihat sore ini. Menurutnya, syarat utama terlihatnya hilal adalah terjadinya ijtimak qablal ghurub (konjungsi sebelum matahari terbenam).

"Matahari terbenam di Tanjungpinang pukul 18.18 WIB, sedangkan konjungsi baru terjadi pukul 19.01 WIB. Karena konjungsi terjadi setelah matahari terbenam, maka posisi hilal masih minus di seluruh wilayah Indonesia," terang Arbi.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Zoztafia, menyatakan bahwa hasil pemantauan di Pantai Setumu telah dilaporkan secara resmi ke Kementerian Agama pusat sebagai bahan Sidang Isbat. “Dari hasil pantauan kita, anak bulan tidak terlihat. Namun baik tampak atau tidak, tetap kita laporkan ke Kemenag," kata Zoztafia.

Menanggapi potensi perbedaan awal Ramadan, Zoztafia mengimbau masyarakat Kepulauan Riau untuk tetap tenang dan menjaga toleransi. Ia menekankan bahwa perbedaan metode tidak boleh merusak kerukunan antarumat beragama.

"Meskipun ada perbedaan awal Ramadan, tidak boleh menimbulkan perselisihan dan berpecah belah. Persatuan antarumat di Kepri harus tetap kita jaga," pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh Kanwil Kemenag Kepri, Kemenag Bintan dan Tanjungpinang, ormas Islam (NU, Muhammadiyah, LDII), STAIN SAR Kepri, hingga BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....