Cabai Rawit Picu Inflasi Kepri Pada Desember 2025

  • 28 Jan 2026 10:07 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi pada Desember 2025 mengalami peningkatan. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pangan. Selain itu, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru turut memberi tekanan harga. Kondisi tersebut tercermin pada inflasi bulanan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Deputi Direktur Bank Indonesia Kepri, Ardhienus, menyampaikan inflasi bulanan Kepri pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,14 persen. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan November 2025 yang hanya sebesar 0,23 persen. Kenaikan inflasi tersebut menunjukkan adanya tekanan permintaan dan pasokan secara bersamaan. BI menilai faktor musiman akhir tahun menjadi pemicu utama.

“Inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,91 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,85 persen,” ujar Ardhienus, Jumat (9/1/2026).

Tekanan inflasi pada kelompok pangan disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama. Cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah tercatat mengalami lonjakan harga. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Nataru. Kondisi pasokan yang terganggu turut memperparah tekanan harga.

Ardhienus menjelaskan keterbatasan pasokan dipicu bencana hidrometeorologi di beberapa daerah sentra produksi. Wilayah produksi pangan di Sumatera bagian utara terdampak kondisi cuaca ekstrem. Hal tersebut menghambat distribusi dan ketersediaan bahan pangan. Situasi ini terjadi bersamaan dengan tingginya konsumsi akhir tahun.

Selain kelompok pangan, inflasi juga terjadi pada kelompok transportasi yang tercatat sebesar 1,13 persen dengan andil 0,16 persen. Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Nataru dan kegiatan MICE menjadi pemicu utama. Namun tekanan ini relatif tertahan oleh adanya periode diskon tarif angkutan.

Dengan capaian tersebut, BI Kepri menilai inflasi tahunan 2025 masih terjaga dalam sasaran. Bank Indonesia terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Memasuki Januari 2026, BI mewaspadai tekanan dari kenaikan harga emas dan normalisasi tarif angkutan laut. Ke depan, BI bersama TPID Kepri menargetkan inflasi tetap terkendali pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....