JWFA dan Disbudpar Batam Siap Gelar Walking Football
- 21 Jan 2026 09:02 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Olahraga walking football mulai diperkenalkan secara serius kepada masyarakat Kepulauan Riau meski masih terdengar asing di Indonesia. Cabang ini berbeda dari sepak bola konvensional karena pemain dilarang berlari selama pertandingan berlangsung. Setiap pergerakan harus dilakukan dengan berjalan cepat saat menguasai maupun mengejar bola. Pelanggaran langsung diberikan wasit jika pemain kedapatan berlari.
Upaya pengenalan dilakukan melalui rencana pertandingan ekshibisi persahabatan antara Persejasi Kepri dan Johor Walking Football Association. Agenda ini dirancang sebagai langkah awal memperluas ekosistem walking football di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Batam dipilih karena memiliki fasilitas olahraga memadai dan posisi strategis. Kegiatan ini juga menjadi uji kesiapan organisasi lokal dalam mengelola pertandingan internasional.
Rombongan JWFA yang dipimpin Presiden Ricalin Iganam tiba di Batam pada Selasa, 20 Januari 2026. Kunjungan tersebut melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Batam. Tujuan menjajaki perkembangan walking football sekaligus membangun kerja sama lintas negara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menilai, Walking football memiliki potensi sport tourism yang tinggi yang mampu menarik kunjungan atlet dan komunitas olahraga mancanegara. Terlebih Batam memiliki banyak pilihan amenitas yang dapat menampung ribuan peserta jika event walking footlball diadakan.
“Sebagai pemerintah, kami tentu sangat senang dengan rencana pertandingan persahabatan dua negara ini. Kami berharap event ini berjalan lancar dan ke depan bisa berkembang menjadi event yang lebih besar dengan melibatkan negara-negara tetangga,” ujar Ardi.
Sementara itu, Naib Presiden JWFA, Khairi, menjelaskan dari sisi pengalaman, walking football berkembang pesat di Johor. Olahraga ini populer di kalangan usia di atas 40 tahun dan terus menarik partisipasi perempuan. Model pembinaan di Johor dinilai dapat menjadi referensi bagi Batam.
“Olahraga ini berkembang sangat baik. Pesertanya rata-rata berusia di atas 50 tahun, meski banyak juga yang berusia 40-an,” jelas Khairi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Sepak Bola Berjalan Indonesia (Persejasi) Kepulauan Riau, Yudi Candra, mengaku optimistis terhadap perkembangan walking football di Kota Batam. sejumlah lapangan mini soccer di Batam kini rutin dimanfaatkan untuk aktivitas dan pertandingan walking football, baik dalam bentuk latihan bersama maupun laga persahabatan antarkomunitas.
“Lapangan mini soccer di Batam sudah sering diisi aktivitas walking football. Artinya, olahraga ini terus berkembang dan mulai dikenal luas,” ungkap Yudi.
Persejasi Kepri memastikan akan menurunkan tim terbaik dalam pertandingan ekshibisi. Tiga laga disepakati, terdiri dari dua kategori laki-laki usia di atas 40 tahun dan satu kategori perempuan usia di atas 35 tahun. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Februari 2026. Penyelenggaraan akan melibatkan event organizer profesional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....