Sejarah Pramuka, Dari Baden-Powell hingga Indonesia Merdeka
- 19 Agt 2025 07:17 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Pramuka, atau kependekan dari Praja Muda Karana yang berarti "jiwa muda yang suka berkarya", memiliki sejarah panjang yang berawal dari gerakan kepanduan dunia. Gerakan ini pertama kali diperkenalkan oleh Lord Robert Baden-Powell di Inggris pada awal abad ke-20.
Pada tahun 1907, Baden-Powell menyelenggarakan perkemahan pertama di Pulau Brownsea, Inggris, yang menjadi tonggak lahirnya gerakan kepanduan. Kegiatan tersebut menekankan kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama, nilai yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Tahun berikutnya, buku Scouting for Boys diterbitkan, dan menjadi pedoman dasar gerakan kepanduan global.
Gerakan kepanduan mulai masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1912. Awalnya, organisasi ini didirikan oleh kaum Belanda untuk anak-anak mereka. Namun, perlahan kepanduan juga berkembang di kalangan pribumi dengan berdirinya organisasi seperti Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) pada tahun 1916.
Kepanduan kemudian berkembang pesat sebagai wadah pembentukan karakter dan semangat kebangsaan. Banyak tokoh pergerakan nasional, seperti Bung Tomo dan Soekarno, turut terlibat dalam dunia kepanduan, menjadikannya bagian dari perjuangan melawan penjajahan.
Setelah Indonesia merdeka, organisasi kepanduan yang semula beragam mulai digabungkan. Pada tahun 1961, Presiden Soekarno secara resmi menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia. 14 Agustus 1961 kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka, sekaligus menjadi momentum penyatuan semangat kepanduan dalam bingkai kebangsaan.
Kini, Gerakan Pramuka Indonesia tidak hanya berfokus pada kegiatan perkemahan dan keterampilan bertahan hidup di alam. Pramuka juga menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam menghadapi tantangan modern, seperti literasi digital, kepemimpinan, serta penguatan rasa cinta tanah air.
Pramuka tetap relevan sebagai gerakan pendidikan nonformal yang menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, serta gotong royong di kalangan generasi muda. Dengan semboyan “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” Pramuka terus menjadi bagian penting dalam membentuk karakter bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....