Puasa Picu Perubahan Emosi sementara
- 28 Feb 2026 19:35 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perubahan suasana hati atau mood swing kerap dirasakan sebagian masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perubahan pola makan, waktu tidur, serta penyesuaian metabolisme tubuh selama Ramadan.
Secara fisiologis, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Penurunan kadar gula darah dapat memengaruhi energi dan konsentrasi, sehingga seseorang menjadi lebih mudah lelah atau sensitif. Selain itu, kurangnya waktu istirahat karena sahur dan aktivitas malam hari juga dapat berdampak pada kestabilan emosi.
Faktor dehidrasi turut berperan dalam memengaruhi kondisi fisik dan psikologis. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, serta menurunkan fokus. Kombinasi kondisi tersebut berpotensi memicu perubahan suasana hati, terutama pada awal masa puasa ketika tubuh masih beradaptasi.
Meski demikian, perubahan emosi saat puasa umumnya bersifat sementara. Pola sahur bergizi seimbang, konsumsi air putih yang cukup dari waktu berbuka hingga sahur, serta pengaturan waktu tidur yang baik dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Dengan manajemen pola hidup yang tepat, ibadah puasa dapat dijalani secara sehat dan tetap produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....