Dampak Teh Minum saat Sahur
- 24 Feb 2026 22:40 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Minum teh saat sahur sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Sensasi hangatnya dianggap mampu memberikan rasa nyaman sebelum memulai puasa. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu dianjurkan karena dapat memengaruhi kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Salah satu alasan utamanya adalah kandungan kafein dalam teh. Meski jumlah kafeinnya tidak sebanyak kopi, teh tetap memiliki efek stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi dalam waktu singkat. Sayangnya, efek tersebut hanya bersifat sementara. Setelah lonjakan energi mereda, tubuh justru bisa mengalami penurunan stamina lebih cepat, sehingga rasa lemas muncul ketika puasa baru berjalan beberapa jam.
Selain itu, teh memiliki sifat diuretik, yaitu dapat merangsang produksi urine lebih banyak. Ketika dikonsumsi saat sahur, efek ini berpotensi membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Padahal selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang cukup panjang. Kehilangan cairan yang berlebihan dapat memicu rasa haus lebih awal, sakit kepala, bahkan menurunkan konsentrasi di siang hari.
Teh juga mengandung tanin, senyawa antioksidan yang memiliki manfaat bagi kesehatan, tetapi di sisi lain dapat mengikat zat besi dan beberapa mineral penting dalam makanan. Jika teh diminum berdekatan dengan waktu makan sahur, proses penyerapan nutrisi dari makanan bisa terhambat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko membuat tubuh tidak memperoleh asupan gizi secara optimal, terutama jika menu sahur memang sudah terbatas.
Tidak hanya itu, konsumsi teh manis saat sahur juga perlu diperhatikan. Kandungan gula tambahan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Kondisi ini sering diikuti dengan penurunan energi yang juga cepat, sehingga tubuh terasa lebih mudah lapar dan lelah saat berpuasa.
Meski demikian, bukan berarti teh harus dihindari sepenuhnya. Respons setiap individu terhadap kafein dan tanin bisa berbeda-beda. Bagi sebagian orang yang tidak mengalami keluhan apa pun, konsumsi teh dalam jumlah wajar mungkin tidak menimbulkan masalah berarti. Namun, bagi mereka yang mudah merasa haus, memiliki gangguan lambung, atau rentan mengalami anemia, sebaiknya mempertimbangkan kembali kebiasaan ini.
Sebagai alternatif, minuman seperti air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi. Susu atau yogurt juga dapat menjadi opsi karena selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, keduanya mengandung protein dan nutrisi yang mendukung rasa kenyang lebih lama.
Dengan memahami efek teh terhadap tubuh, terutama saat dikonsumsi menjelang puasa, setiap orang dapat membuat pilihan yang lebih bijak agar puasa berjalan lebih nyaman, tubuh tetap bertenaga, dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik.
Catatan redaksi :
Tulisan ini hasil modifikasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....