BMBPSDM Luncurkan Program “Membumikan Al-Qur’an di Nusantara” Selama Ramadan
- 01 Mar 2025 13:16 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kementerian Agama meluncurkan program unggulan bertajuk “Membumikan Al-Qur’an di Nusantara” selama Ramadan 1446 H/2025 M. Program ini menghadirkan terjemahan Al-Qur’an dalam 30 bahasa daerah di Indonesia sebagai upaya memperluas akses pemahaman kitab suci di tengah masyarakat.
Kepala BMBPSDM, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk mendekatkan pesan langit kepada masyarakat luas. Melalui inisiatif ini, BMBPSDM meneguhkan perannya dalam moderasi beragama dan literasi keagamaan. Ke depan, penerjemahan Al-Qur’an ke berbagai bahasa daerah akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati dan memahami makna Al-Qur’an dalam konteks budaya mereka sendiri.
“Kami berharap program ini tidak hanya mempermudah pemahaman Al-Qur’an dalam bahasa daerah masing-masing, tetapi juga menggali kearifan lokal dan membangun kebanggaan nasional,” ujarnya Jumat, (28/2/2025).
Sekretaris BMBPSDM, Ahmad Zainul Hamdi, menambahkan bahwa terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa daerah akan dikemas dalam video berdurasi tiga menit. Setiap video akan menampilkan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh seorang qariah, dilengkapi dengan saritilawah dalam bahasa daerah. Penutur asli dari setiap daerah turut dilibatkan dalam produksi untuk menjaga keaslian dialek dan logat.
Setiap hari selama Ramadan, satu bahasa daerah berbeda akan ditayangkan melalui berbagai platform media sosial resmi BMBPSDM, termasuk Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube.
“Setiap hari selama Ramadan, kami akan menayangkan satu terjemahan dalam bahasa daerah yang berbeda. Harapannya, umat Islam dari berbagai suku dapat lebih mudah memahami kandungan Al-Qur’an dalam bahasa ibu mereka,” ungkapnya.
Selain program ini, BMBPSDM juga menghadirkan Kuliah Tiga Menit (Kultim), yaitu tausiyah singkat berdurasi tiga menit yang akan ditayangkan setiap hari di kanal media sosial yang sama.
Adapun bahasa daerah yang digunakan dalam program tersebut yaitu Gorontalo, Jawa Banyumasan, Sunda, Dayak Kayanatn, Bali, Bugis, Minang, Melayu Ambon, Melayu Palembang, Melayu Jambi, Betawi, Dayak Ngaju, Toraja, Gayo, Ternate, Madura, Aceh, Makassar, Kaili, Bolaang Mongondow, Mandar, Using Banyuwangi, Banjar, Tolaki, Bima, Cirebon, Batak Angkola, Sasak Lombok, Melayu, dan Kupang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....