Cape Verde Lolos Piala Dunia 2026, Bubista Ungkap Kunci Sukses Tim Kuda Hitam Afrika
- 02 Jun 2026 22:26 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Tim nasional Cape Verde akan mencatat sejarah sebagai satu-satunya wakil debutan dari Afrika pada FIFA World Cup 2026. Negara kepulauan dengan populasi sekitar 600 ribu penduduk itu juga masuk daftar negara dengan jumlah penduduk terkecil yang pernah mengamankan tiket ke kompetisi sepak bola terbesar di dunia. Namun, pencapaian ini dinilai bukan sekadar kisah kejutan, melainkan hasil pembangunan tim yang berlangsung bertahun-tahun.
Di balik keberhasilan tersebut, Cape Verde banyak bertumpu pada pemain diaspora yang tersebar di berbagai wilayah Eropa. Komposisi skuad yang mayoritas besar di luar negeri membuat kualitas permainan mereka berkembang pesat dan perlahan mengangkat status tim dari kuda hitam Afrika menjadi peserta Piala Dunia.
Pada fase grup nanti, Cape Verde akan langsung menghadapi tantangan berat. Mereka dijadwalkan bertemu juara Eropa, Spain, pada 15 Juni, sebelum melawan Uruguay pada 21 Juni dan Saudi Arabia lima hari setelahnya.
Kemajuan sepak bola Cape Verde tak lepas dari sejarah panjang migrasi warganya. Selama berabad-abad, banyak penduduk meninggalkan wilayah kepulauan kering di pesisir barat Afrika itu menuju berbagai negara Eropa. Situasi tersebut justru menjadi keuntungan karena federasi sepak bola setempat berhasil menjaring talenta keturunan untuk memperkuat tim nasional.
Jika menoleh ke belakang, perjalanan Cape Verde terbilang cukup drastis. Setelah menjadi anggota FIFA pada akhir 1980-an, mereka nyaris tak memiliki aktivitas internasional yang intens dan hanya memainkan sedikit pertandingan setiap tahun. Ketika mulai ikut kualifikasi Piala Dunia pada awal 1990-an, posisi mereka bahkan masih tercecer di papan bawah ranking global.
Perubahan mulai terlihat berkat kehadiran pemain yang lahir maupun tumbuh di Portugal, serta sejumlah pesepak bola berdarah Cape Verde yang berkembang di France dan Netherlands. Salah satu wilayah yang disebut banyak menyumbang pemain adalah kawasan Delfshaven di Rotterdam.
Prestasi internasional mereka mulai menarik perhatian saat mampu menembus perempat final Africa Cup of Nations 2013 dalam debut turnamen tersebut. Pencapaian serupa juga terulang di edisi 2023, walau langkah mereka akhirnya terhenti lewat drama adu penalti.
Cape Verde sebenarnya pernah berada sangat dekat dengan tiket ke 2014 FIFA World Cup. Akan tetapi, kesempatan itu menguap setelah tim dikenai hukuman pengurangan poin karena memainkan pemain yang masih terkena sanksi, sehingga gagal melangkah ke playoff.
Keberhasilan menyalip Kamerun di klasemen kualifikasi menuju Piala Dunia 2026 memperlihatkan bahwa Cape Verde kini bukan lagi tim pelengkap. Mereka mampu mengungguli salah satu kekuatan tradisional Afrika yang telah delapan kali tampil di Piala Dunia.
Pelatih tim, Bubista, menilai perubahan mental menjadi faktor utama yang mendorong kebangkitan timnya.
“Kami selalu menyadari bakat yang kami miliki, tetapi kami tidak selalu percaya bahwa itu bisa membawa kami jauh melampaui pencapaian yang sudah ada saat itu,” ujar Bubista.
“Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian untuk menghadapi lawan mana pun. Langkah pertama menuju keberhasilan kami adalah benar-benar percaya pada potensi sendiri. Dengan kata lain, kami mengubah pola pikir para pemain,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....