FIA Selidiki Bug Software yang Picu Kekacauan GP Bahrain di Sepang
- 05 Okt 2026 15:56 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Balapan Formula 1 Grand Prix Bahrain di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, diwarnai persoalan teknis sebelum perlombaan dimulai. Federasi Otomotif Internasional atau FIA kini menyiapkan pemeriksaan menyeluruh setelah gangguan pada perangkat lunak unit tenaga membuat sejumlah mobil kehilangan tenaga.
Dilansir dari Reuters, persoalan tersebut muncul ketika para pembalap menjalani putaran formasi setelah balapan sempat tertunda cukup lama akibat hujan deras. Beberapa mobil mengalami penurunan tenaga secara drastis, bahkan ada yang nyaris berhenti di lintasan.
Dua pembalap papan atas turut merasakan dampaknya. Pembalap Ferrari Lewis Hamilton harus menghentikan mobilnya dan kemudian menyalakan kembali mesin saat berada di lintasan. Juara dunia empat kali Max Verstappen juga mengalami gangguan serupa.
Verstappen menggambarkan kondisi tersebut seperti mengikuti balapan mobil Lego yang sebelumnya pernah berlangsung di Silverstone menjelang Grand Prix Inggris. Sementara bagi Hamilton, harus menghentikan mobil kemudian melakukan restart di tengah lintasan menjadi pengalaman yang belum pernah dialaminya sepanjang karier.
Menurut FIA, persoalan tersebut tidak disebabkan satu faktor saja. Kombinasi putaran mesin yang rendah, minimnya daya cengkeram lintasan, konfigurasi pengelolaan energi untuk kondisi hujan, serta karakter sektor-sektor Sirkuit Sepang menciptakan kondisi yang tidak diperkirakan sebelumnya.
"Perpaduan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara putaran mesin rendah, kondisi dengan grip rendah, pengaturan manajemen energi untuk cuaca basah, serta konfigurasi sektor Sirkuit Sepang menyebabkan sejumlah mobil kehilangan tenaga secara tidak disengaja," kata FIA.
FIA kemudian mengambil langkah cepat selama penundaan balapan. Departemen teknis badan tersebut mengeluarkan pembaruan perangkat lunak untuk menghilangkan batas energi pada sektor lintasan yang terdampak.
Pembaruan itu diberikan kepada seluruh tim sehingga mereka dapat menyesuaikan pengaturan unit tenaga sebelum balapan dimulai kembali. FIA menyebut masalah tersebut sebelumnya tidak ditemukan dalam sesi pengujian maupun ketika mobil bergerak menuju grid.
"Masalah ini tidak terdeteksi oleh FIA maupun tim selama pengujian atau saat menjalani putaran menuju grid. FIA, bersama tim dan para produsen unit tenaga, akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap masalah ini," ujar FIA.
Direktur FIA untuk kategori single-seater, Nikolas Tombazis, menilai kondisi tersebut juga berkaitan dengan terbatasnya pengujian mobil dalam situasi lintasan basah sebelum musim dimulai.
"Beberapa mobil melaju sangat lambat, bahkan hampir berhenti. Terjadi efek seperti akordeon di antara mobil-mobil, dan beberapa mobil nyaris berhenti total," kata Tombazis.
Ia menjelaskan, gangguan perangkat lunak membuat energi yang seharusnya kembali digunakan oleh mobil tidak dapat disalurkan sebagaimana mestinya. Akibatnya, beberapa pembalap mengalami kesulitan untuk kembali mendapatkan tenaga.
"Bug tersebut mencegah tenaga disalurkan kembali dan membuat mobil-mobil dapat kembali berjalan," ujarnya.
Tombazis memperkirakan persoalan itu mungkin bisa ditemukan lebih awal apabila tim dan FIA memiliki kesempatan melakukan lebih banyak pengujian dalam kondisi hujan.
"Saya rasa jika kami melakukan sedikit lebih banyak pengujian, kemungkinan besar kami bisa menemukan masalah ini tepat waktu dan tidak sampai mengalami situasi seperti ini," katanya.
Akhir pekan balapan di Sepang menjadi pengalaman pertama musim ini bagi Formula 1 menghadapi kondisi basah. Hujan memang memengaruhi persiapan start, tetapi permukaan lintasan berangsur mengering ketika perlombaan akhirnya berlangsung.
FIA kini akan mengevaluasi persoalan tersebut bersama tim dan produsen unit tenaga. Tombazis mengatakan kejadian ini menjadi bagian dari proses pembelajaran agar persoalan serupa tidak kembali mengganggu jalannya balapan.
"Kadang-kadang ada hal yang luput dari perhatian dan kemudian menjadi pembelajaran, sehingga kami bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik pada kesempatan berikutnya," ujar Tombazis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....