Antonelli Hadapi Tantangan di Debut Sirkuit Madring
- 10 Sep 2026 15:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kimi Antonelli datang ke Grand Prix Madring dengan status sebagai pemimpin klasemen Formula 1 2026. Namun, posisi tersebut belum membuat pembalap Mercedes itu bisa bernapas lega karena akhir pekan ini ia harus menghadapi sirkuit baru yang belum pernah digunakan dalam ajang balap Formula 1.
Dilansir dari Reuters, seri di Madrid menjadi tantangan berbeda bagi Antonelli setelah pembalap berusia 20 tahun tersebut mencatat sejarah di Grand Prix Italia. Antonelli sebelumnya menjadi pembalap Italia pertama sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966 yang mampu memenangkan balapan kandang di Monza.
Kini, perhatian beralih ke Madring yang untuk pertama kalinya masuk kalender Formula 1. Sirkuit tersebut menjadi lintasan baru pertama yang hadir di kalender setelah Grand Prix Las Vegas tiga tahun lalu.
Madring juga menjadi lokasi balapan kedua Formula 1 di Spanyol musim ini setelah sebelumnya seri digelar di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Balapan di Madrid sekaligus menjadi seri terakhir dalam rangkaian musim reguler Formula 1 di Eropa.
Belum adanya pengalaman balapan Formula 1 di Madring membuat persaingan akhir pekan ini sulit dipetakan. Para pembalap sejauh ini lebih banyak mengandalkan simulasi untuk memahami karakter lintasan sebelum menghadapi kondisi sebenarnya.
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah La Monumental. Tikungan tersebut memiliki panjang sekitar 550 meter dengan bentuk melengkung hingga 270 derajat dan dilalui dalam kecepatan tinggi.
Tantangan semakin besar karena terdapat bagian lintasan yang menanjak di ujung tikungan. Kondisi itu dapat membuat pembalap kehilangan pandangan terhadap arah lintasan untuk sesaat karena posisi mobil mengarah ke atas.
Mercedes tetap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan. Dari 13 balapan yang telah berlangsung musim ini, Mercedes berhasil memenangkan sembilan di antaranya.
Meski demikian, tim asal Jerman itu diperkirakan tidak akan mendapatkan akhir pekan semudah di Monza. Pada balapan tersebut, Antonelli dan George Russell berhasil mengamankan posisi pertama dan kedua.
Kemenangan di Italia membuat Antonelli kini unggul 66 poin atas Russell. Secara matematis, pembalap muda tersebut masih memiliki peluang memperlebar keunggulannya hingga setara dengan tambahan tiga kemenangan balapan.
Situasi itu membuat persaingan internal Mercedes ikut menarik perhatian. Antonelli berusaha mempertahankan posisinya di puncak, sedangkan Russell membutuhkan kemenangan untuk memangkas jarak. Russell terakhir kali meraih kemenangan pada Grand Prix Austria, Juni lalu.
McLaren menjadi salah satu tim yang berpotensi mengganggu dominasi Mercedes. Lando Norris baru saja membawa McLaren meraih kemenangan di Belanda dan Hungaria, sedangkan Oscar Piastri masih berusaha mendapatkan kemenangan pertamanya musim ini.
Bos Mercedes, Toto Wolff, memperkirakan karakter Madring akan membuat perbedaan performa antartim menjadi tipis.
"Karakteristik sirkuit ini jauh lebih mendekati tempat seperti Budapest atau Zandvoort. Karena itu, kami memperkirakan akhir pekan yang akan berlangsung sangat ketat," kata Wolff.
Ferrari juga memiliki sedikit gambaran mengenai karakter sirkuit tersebut. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sempat mengendarai mobil Ferrari di Madring pada Juli lalu untuk kebutuhan pengambilan gambar.
Namun, kondisi lintasan ketika itu masih jauh dari keadaan balapan. Pembangunan sirkuit belum sepenuhnya selesai sehingga permukaan trek masih dipenuhi debu.
"Kami hanya melakukan beberapa lap, jadi lintasannya sangat berdebu karena merupakan sirkuit baru," kata Hamilton saat itu.
"Tidak ada grip, ban kami pada dasarnya terus tertutup debu sepanjang waktu. Sepertinya ini akan menjadi jenis sirkuit yang mengutamakan satu lap kualifikasi, dan tidak terlalu banyak lintasan lurus. Jadi sepertinya akan sulit untuk melakukan overtaking."
Pengalaman singkat tersebut membuat Hamilton memperkirakan sesi kualifikasi akan menjadi salah satu bagian penting di Madring. Minimnya lintasan lurus juga diperkirakan menyulitkan pembalap untuk melakukan manuver menyalip.
Leclerc memiliki pandangan tersendiri terhadap La Monumental. Setelah mengalami kecelakaan cukup parah di Monza pada akhir pekan sebelumnya, pembalap Ferrari tersebut memperkirakan tikungan baru itu bisa menjadi salah satu bagian yang paling ikonik di kalender Formula 1.
Karakter tikungan yang cepat dan tuntutan untuk membawa mobil mendekati batas kemampuan membuat La Monumental diyakini membutuhkan keberanian serta komitmen penuh dari para pembalap.
Carlos Sainz menjadi salah satu pembalap yang memiliki keuntungan tersendiri karena sudah mengenal Madring. Pembalap Williams kelahiran Madrid tersebut merupakan duta sirkuit dan pernah merasakan langsung lintasan itu.
Sainz bahkan memperkirakan balapan perdana di Madrid berpotensi menghadirkan banyak insiden. Perkiraannya tersebut tidak terlepas dari pengalaman dalam uji coba Formula 3 yang sebelumnya berlangsung di Madring.
"Melihat lintasannya dan mendengar apa yang terjadi dalam tes F3, saya pikir kita semua memperkirakan akan ada safety car, bendera merah dan bendera kuning saat kualifikasi serta hal-hal seperti itu," ujar Sainz.
Selain Sainz, Fernando Alonso juga menjadi pembalap tuan rumah yang akan mendapat perhatian besar dari publik Spanyol. Juara dunia dua kali tersebut dikenal sebagai penggemar berat Real Madrid.
Namun, status sebagai pembalap tuan rumah tidak serta-merta membuat Alonso dan Aston Martin menjadi kandidat kuat untuk meraih kemenangan. Tim tersebut masih berusaha mengejar performa para pesaing utama bersama mitranya, Honda.
Persaingan di Madrid juga akan berlangsung dengan perubahan susunan pembalap. Isack Hadjar masih harus absen karena cedera sehingga Liam Lawson kembali dipercaya menggantikannya di Red Bull untuk balapan ketiga berturut-turut.
Sementara itu, posisi Lawson di Racing Bulls kembali diisi oleh pembalap cadangan Yuki Tsunoda.
Di luar persaingan di lintasan, Grand Prix Madring mendapat respons positif dari masyarakat. Penyelenggara memastikan seluruh tiket balapan telah terjual.
Jumlah penonton diperkirakan mencapai sekitar 130 ribu orang setiap hari. Jika dihitung secara keseluruhan selama akhir pekan, total kehadiran penonton diproyeksikan mendekati 350 ribu orang.
Dengan karakter lintasan yang belum teruji dalam kompetisi Formula 1 serta persaingan ketat antara Mercedes dan McLaren, Grand Prix Madring diperkirakan menjadi ujian penting bagi Antonelli dalam mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....