Baterai Silikon EV Jangkau 1.000 Km
- 11 Mar 2026 00:05 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Korea Selatan, mengembangkan inovasi baterai baru berbahan silikon yang berpotensi meningkatkan performa kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Temuan ini dinilai dapat menjadi langkah penting dalam industri otomotif, khususnya dalam mendukung percepatan transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Dilansir dari POSTECH News, baterai berbasis silikon tersebut diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 1.000 kilometer hanya dengan sekali pengisian daya.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan juga berhasil mengatasi tantangan utama penggunaan silikon pada baterai. Selama ini, material silikon diketahui dapat mengembang hingga tiga kali lipat saat proses pengisian daya, sebelum kembali menyusut saat energi digunakan.
Kondisi tersebut sebelumnya menjadi kendala besar dalam pengembangan baterai silikon karena dapat memengaruhi stabilitas dan umur pakai baterai.
Sebagian penelitian sebelumnya mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan partikel silikon berukuran nano. Namun metode ini dianggap kurang efisien karena membutuhkan biaya produksi tinggi serta proses pembuatan yang kompleks.
Sebaliknya, tim peneliti dari POSTECH memilih pendekatan berbeda dengan menggunakan silikon berukuran mikro yang sekitar 1.000 kali lebih besar dibanding partikel nano. Pendekatan ini dinilai lebih sederhana dalam proses produksi sekaligus dapat menekan biaya.
Untuk mengatasi perubahan ukuran silikon saat pengisian daya, peneliti menggunakan gel elektrolit berbasis polimer yang mampu menyesuaikan bentuk ketika partikel silikon mengembang maupun menyusut.
Gel tersebut kemudian diperkuat melalui proses ikatan kimia menggunakan radiasi tembakan elektron sehingga tetap stabil meskipun material silikon mengalami perubahan bentuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai silikon yang dikembangkan memiliki kepadatan energi sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Salah satu peneliti dari POSTECH, Park Soojin, menyatakan teknologi tersebut membuka peluang pengembangan baterai kendaraan listrik dengan kapasitas energi yang lebih besar.
“Dengan menggunakan anoda mikro-silikon, kami tetap dapat menghasilkan baterai yang stabil. Penelitian ini membawa kita lebih dekat pada sistem baterai lithium-ion dengan kepadatan energi tinggi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....