Panglima Korps Marinir Sambut Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Jakarta
- 19 Sep 2026 12:01 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., turut hadir dalam penyambutan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 18 September 2026. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia tersebut tiba di Jakarta setelah menempuh pelayaran dari Italia menuju Indonesia selama sekitar 25 hari.
Prosesi penyambutan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI, termasuk Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. ITS Giuseppe Garibaldi tercatat memasuki kawasan Dermaga 107 sekitar pukul 07.58 WIB sebelum menjalani rangkaian penyambutan resmi.
Dari Italia, kapal tersebut menempuh perjalanan sekitar 6.870 mil laut dengan melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia. Setelah memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di wilayah Bangka, kapal kemudian mendapatkan pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Sebelumnya, Giuseppe Garibaldi juga sempat singgah di Sri Lanka dalam perjalanan menuju Indonesia.
ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal jenis Through-deck Aviation Cruiser dengan panjang sekitar 180,2 meter dan lebar 33,4 meter. Kapal tersebut memiliki kemampuan operasi penerbangan dan dapat mengoperasikan helikopter serta wahana nirawak. Dalam perjalanan memasuki wilayah Indonesia, kemampuan udara kapal juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian, dengan unsur TNI AL turut melakukan pengawalan menggunakan kapal perang dan helikopter AS565 Panther.
Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi bagian dari proses penguatan kemampuan operasi maritim Indonesia. Kapal tersebut diproyeksikan untuk mendukung berbagai kebutuhan, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan. Pemerintah juga menyampaikan rencana pengembangan kapal tersebut agar dapat mendukung pengoperasian helikopter dan drone setelah proses penyesuaian serta modernisasi.
Selain fungsi pertahanan, keberadaan kapal dengan kemampuan penerbangan dari laut memiliki relevansi terhadap karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Platform semacam ini dapat mendukung pengerahan unsur udara dari wilayah laut untuk kebutuhan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, termasuk menjangkau wilayah yang akses daratnya terbatas. Namun, pemanfaatannya tetap bergantung pada proses modernisasi, kesiapan alutsista pendukung, doktrin operasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok sekaligus menjadi momentum penting dalam pengembangan kemampuan maritim Indonesia. Kapal tersebut diproyeksikan menjadi kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL dan nantinya akan menggunakan nama KRI Sriwijaya setelah proses serah terima serta penyesuaian statusnya. Kehadirannya menjadi bagian dari agenda modernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dan pengembangan kemampuan TNI AL dalam menghadapi kebutuhan operasi maritim di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....