729 Ton Bantuan Gempa NTT Disalurkan lewat Lanud Halim Perdanakusuma

  • 31 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sebanyak 729 ton bantuan kemanusiaan telah didistribusikan melalui Lanud Halim Perdanakusuma untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap selama 15 hari hingga Sabtu 29 Agustus 2026, menggunakan pesawat angkut TNI Angkatan Udara.

Jumlah 729 ton merupakan akumulasi bantuan yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. Setelah tiba di daerah tujuan, bantuan kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pengiriman melalui jalur udara menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat mobilisasi bantuan ke wilayah terdampak bencana. Dengan menggunakan pesawat angkut, berbagai kebutuhan dapat dikirim dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat, terutama ketika akses transportasi darat maupun laut menghadapi kendala akibat kondisi pascabencana.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menegaskan bahwa misi kemanusiaan yang dijalankan TNI AU bukan sekadar mengirimkan bantuan. Menurutnya, setiap penerbangan dalam misi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

Distribusi bantuan dalam jumlah besar tersebut juga mencerminkan pentingnya koordinasi antara unsur TNI, pemerintah, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Sinergi diperlukan agar bantuan yang dikirim dapat diterima dengan cepat serta disalurkan secara tepat kepada masyarakat terdampak.

Selain memenuhi kebutuhan dasar, keberadaan dukungan logistik dari pemerintah dan berbagai lembaga diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani masa tanggap darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan. Penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga koordinasi berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selama 15 hari pelaksanaan misi, Lanud Halim Perdanakusuma menjadi salah satu titik penting dalam mobilisasi bantuan menuju NTT. Pengiriman sebanyak 729 ton bantuan menegaskan peran TNI AU dalam mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan bantuan negara bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....