TNI AU Kerahkan A400M Angkut 22 Ton Bantuan untuk Atasi Karhutla

  • 23 Agt 2026 20:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat Airbus A400M A-4002 untuk mengangkut sekitar 22 ton bantuan logistik guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Bantuan tersebut dimuat pada Sabtu (22/8/2026) malam dan mulai didistribusikan pada Minggu 23 Agustus 2026 melalui rute Banjarmasin, Palangkaraya, dan Balikpapan.

Logistik yang dibawa meliputi pompa air, masker, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Peralatan tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan sekaligus membantu melindungi masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran.

PIC A-4002 Letkol Pnb Putut Satriya mengatakan dukungan angkutan udara diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan. Kapasitas angkut pesawat Airbus A400M memungkinkan logistik dalam jumlah besar dikirim secara lebih cepat untuk mendukung kebutuhan tim di lapangan.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung proses pemadaman, tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak karhutla. Dengan distribusi yang lebih cepat, kebutuhan perlindungan masyarakat dari paparan asap serta perlengkapan penanganan kebakaran dapat segera terpenuhi.

Pengerahan A400M ini menjadi bagian dari penguatan operasi terpadu pemerintah dalam menangani karhutla di Kalimantan. Pemerintah sebelumnya telah meningkatkan dukungan udara dengan melibatkan TNI, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni, Polri, serta unsur terkait lainnya untuk mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran.

Ancaman karhutla saat ini masih cukup serius. BNPB melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memburuk akibat kabut asap, sementara jarak pandang di beberapa lokasi dilaporkan berada di bawah satu kilometer. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Selain dukungan logistik, operasi udara juga terus diperkuat melalui patroli, operasi modifikasi cuaca, dan pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing. Pemerintah berharap sinergi antara dukungan udara dan operasi darat dapat menekan penyebaran api, mengurangi dampak asap, serta mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung dengan aman dan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....