Helikopter TNI AL Salurkan Bantuan Gempa ke Wilayah Terisolasi NTT

  • 17 Agt 2026 12:49 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat mendukung penanggulangan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan unsur udara di bawah BKO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada Minggu 16 Agustus 2026, helikopter TNI AL melaksanakan misi distribusi bantuan logistik sekaligus Search and Rescue (SAR) untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

Unsur udara yang dikerahkan dalam operasi tersebut adalah Helikopter Bell 412 HU-4206 di bawah komando Skuadron Udara 400 Wing Udara 2 Puspenerbal. Helikopter diterbangkan oleh Lettu Laut (P) I Wayan Agus Angga Pramana sebagai pilot dan Letda Laut (P) Dava Fikri Jovanda sebagai copilot.

Dalam pelaksanaannya, helikopter melakukan penerbangan dari Labuan Bajo menuju titik dropping pertama di wilayah Reo, kemudian melanjutkan penerbangan ke titik kedua di Nagekeo. Penerbangan tersebut dilakukan untuk mendistribusikan bantuan awal kepada masyarakat yang berada di kawasan terdampak dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sebanyak 104 paket bahan pokok atau sembako yang merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia berhasil didistribusikan kepada warga terdampak. Penyaluran dilakukan melalui metode air-drop untuk mempercepat distribusi sekaligus menjangkau kawasan yang mengalami kendala akses akibat kondisi pascabencana.

Selain membawa bantuan logistik, pengerahan helikopter juga menjadi bagian dari upaya penjangkauan kawasan terisolasi dan mendukung pelaksanaan misi SAR. Setelah seluruh bantuan tersalurkan dengan aman dan lancar, Helikopter Bell 412 HU-4206 kembali ke Labuan Bajo dan melaksanakan Remain Over Night (RON) untuk mendukung kesiapan operasi selanjutnya.

Pengerahan unsur udara menjadi penting dalam kondisi bencana karena akses menuju sejumlah wilayah dapat terganggu akibat kerusakan infrastruktur, medan yang sulit, maupun keterbatasan jalur transportasi. Dengan kemampuan mobilitas udara, bantuan dapat dikirim lebih cepat ke lokasi yang membutuhkan, sekaligus memperkuat koordinasi penanganan darurat antara TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

Aksi tanggap cepat tersebut menjadi wujud komitmen TNI AL untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi darurat bencana. Misi kemanusiaan ini sekaligus menjadi implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam membantu penanggulangan bencana serta menjalankan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar TNI AL senantiasa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....