Hadapi Geopolitik Global, Bakamla Andalkan Forum Maritim ASEAN

  • 23 Apr 2026 14:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Badan Keamanan Laut (Bakamla) semakin memperkuat keamanan maritim nasional di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, melalui peningkatan patroli serta kolaborasi lintas negara. Upaya ini dilakukan untuk memastikan stabilitas kawasan laut Indonesia, khususnya di jalur strategis seperti Selat Malaka dan perairan Natuna.

Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah, menjelaskan, pihaknya menjalankan tiga pola patroli utama, yakni patroli mandiri, patroli bersama antarinstansi dalam negeri, serta patroli gabungan dengan negara sahabat. Kolaborasi ini melibatkan TNI Angkatan Laut, Polri, Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, hingga Imigrasi dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum di laut.

“Selama ini kami melaksanakan patroli mandiri, patroli bersama, dan juga patroli dengan negara asing. Karena kami menyadari, menjaga laut tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya saat konferensi pers di Zona Bakamla Barat, Setokok, Batam, Kamis, 23 April 2026.

Irvansyah melanjutakn , selain memperkuat sinergi domestik, Bakamla juga aktif menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Filipina. Kerja sama ini difokuskan pada patroli bersama serta pertukaran informasi guna mengantisipasi potensi ancaman lintas batas.

Salah satu inisiatif strategis yang digagas Indonesia adalah pembentukan forum penjaga pantai negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN Coast Guard Forum. Forum ini menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antarnegara dalam menjaga keamanan dan keselamatan maritim di kawasan.

Melalui forum tersebut, negara-negara anggota ASEAN secara rutin menggelar pertemuan dan berbagi informasi, termasuk melalui briefing bulanan. Indonesia sendiri menjadi salah satu penggagas utama forum tersebut dan sempat memimpin jalannya koordinasi sebelum bergantian dengan negara lain.

“Kami ingin menyatukan coast guard di ASEAN supaya lebih kompak dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut, karena laut ini tidak bisa dijaga sendiri oleh satu negara,” kata Kepala Bakamla.

Pendekatan kolaboratif dinilai dapat mencegah potensi konflik di wilayah perairan yang saling terhubung.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....