Selamat Jalan Priyono Eko Sanyoto, Sang Perintis Vokasi dari Batam

  • 12 Apr 2026 09:36 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pagi itu pada tahun 2002, rombongan kecil dari Batam menjejakkan kaki di kampus megah Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Di antara mereka, berdiri sosok yang tenang namun penuh visi, Priyono Eko Sanyoto. Ia yang kala itu terbilang baru menjabat sebagai Direktur Politeknik Batam, datang bukan sekadar berkunjung, melainkan belajar, menyerap, dan merancang masa depan.

Kunjungan yang difasilitasi oleh Ketua Otorita Batam, Ismeth Abdullah itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pendidikan vokasi di Batam. Namun bagi Eko, begitu ia akrab disapa, langkahnya sudah dimulai jauh sebelum itu. Ia memahami bahwa pendidikan vokasi tak bisa berdiri sendiri. Ia harus berpaut erat dengan industri.

Maka, sebelum pintu-pintu kerja sama internasional terbuka, Eko lebih dulu mengetuk pintu-pintu pabrik dan perusahaan di Batam. Ia membangun kepercayaan, merintis program pemagangan, dan memperjuangkan agar mahasiswa mendapat kesempatan belajar langsung dari dunia kerja. Hasilnya nyata, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga terserap.

Dari sana, perlahan namun pasti, fondasi Politeknik Batam menguat. Kampus yang dulu mungkin dipandang sebelah mata, kini menjelma menjadi institusi vokasi yang diperhitungkan. Prestasi demi prestasi lahir, tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Namun, bagi mereka yang mengenalnya dekat, warisan terbesar Eko bukan hanya pada capaian institusi. Ia hadir sebagai pribadi yang sederhana, santun, dan mau mendengar. Ia memimpin tanpa banyak suara, tetapi dengan keteladanan yang terasa.

Surya Makmur Nasution, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, adalah salah satu yang menyimpan kenangan itu. Dalam catatannya sejak mengenal Eko pada kunjungan di NTU ketika Surya masih menjadi jurnalis, ia menggambarkan Eko sebagai sosok berintegritas yang bekerja dalam diam, tetapi meninggalkan jejak yang dalam. “Batam, bahkan Kepri, berutang budi,” ujarnya singkat, sebuah kalimat yang merangkum banyak hal yang tak selalu bisa diucapkan panjang lebar.

Kini, sosok itu telah berpulang pada Sabtu, 11 April 2026. Namun seperti banyak perintis, jejaknya tak ikut hilang. Ia tertanam dalam sistem yang ia bangun, dalam mahasiswa yang pernah ia dorong, dan dalam masa depan yang ia siapkan jauh hari sebelumnya.

Di ruang-ruang kelas, di lantai-lantai industri, dan di mimpi-mimpi anak muda Batam, nama Priyono Eko Sanyoto akan terus hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....