C-130J TNI AU Evakuasi Pengungsi Sumatera

  • 22 Des 2025 19:05 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Pesawat C-130J Super Hercules TNI Angkatan Udara melaksanakan misi kemanusiaan dengan mengevakuasi 100 orang pengungsi dari wilayah terdampak bencana di Aceh, Sabtu (20/12/2025). Evakuasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Pesawat C-130J dengan nomor registrasi A-1344 tersebut dipiloti oleh Letkol Pnb Alfonsus. Pesawat lepas landas dari Bandara Rembele, Aceh, menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk membawa para pengungsi ke lokasi yang lebih aman dan memiliki fasilitas pendukung memadai.

Evakuasi udara dipilih karena kondisi geografis dan keterbatasan akses darat di sejumlah wilayah terdampak bencana. Dengan kemampuan angkut besar dan jarak tempuh jauh, C-130J Super Hercules dinilai efektif untuk mempercepat proses penyelamatan dan pemindahan warga.

Selain menjalankan misi evakuasi pengungsi, TNI AU juga mengoperasikan sejumlah pesawat angkut lainnya guna mendukung kebutuhan logistik dan pemulihan pascabencana. Langkah ini dilakukan secara terkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pesawat C-130 dengan nomor registrasi A-1315, A-1331, dan A-1336 diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Soewondo, Medan. Penerbangan tersebut membawa 22 orang teknisi penjernih air dari Kementerian Pertahanan yang akan membantu pemulihan layanan air bersih di wilayah terdampak.

Selain personel, pesawat angkut TNI AU juga memuat berbagai perlengkapan pendukung seperti dapur lapangan, sembako, kompor, food tray, obat-obatan, serta alas tidur. Total berat muatan logistik yang diangkut dalam misi ini mencapai 31.262 kilogram.

Dukungan logistik tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, khususnya pangan, kesehatan, dan tempat tinggal sementara. Kehadiran teknisi penjernih air juga menjadi faktor penting untuk mencegah krisis air bersih dan penyakit pascabencana.

Dalam beberapa waktu terakhir, TNI AU secara intensif terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan bencana alam, evakuasi medis, serta distribusi logistik ke daerah terpencil. Peran ini menjadi bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Melalui pengerahan alutsista udara dan dukungan personel secara maksimal, TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....