OJK dan Ratu Máxima Perluas Program Financial Health
- 28 Nov 2025 15:36 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung program financial health atau kesejahteraan keuangan yang diinisiasi United Nations Secretary-General’s Special Advocate for Financial Health (UNSGSA). Program tersebut menjadi tindak lanjut dari agenda inklusi keuangan nasional yang selama ini dikembangkan OJK bersama pemerintah dan ditujukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pendekatan financial health relevan dengan kondisi Indonesia yang membutuhkan penguatan pengelolaan keuangan rumah tangga.
“Kami siap bekerja sama dengan UNSGSA dan akan melibatkan para pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam literasi dan inklusi keuangan,” ujar Mahendra dalam National Financial Health Event di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Acara tersebut dihadiri Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda sebagai UNSGSA, bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi. Sekitar 1.000 anggota komunitas perempuan turut hadir pada kegiatan tersebut.
Mahendra menjelaskan program financial health sejalan dengan prioritas pembangunan nasional yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, mitigasi risiko, dan perencanaan jangka panjang. Melalui program ini, masyarakat diharapkan lebih mampu menghadapi guncangan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Ratu Maxima menegaskan inklusi keuangan bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konsep kesejahteraan keuangan mendorong masyarakat memanfaatkan produk seperti asuransi dan dana darurat agar lebih tahan terhadap risiko.
“Setelah semua orang memiliki akses, kita harus membantu mereka menggunakan akses itu untuk mengatur keuangan harian, mengelola pendapatan, dan menyiapkan kebutuhan masa depan,” kata Maxima.
Maxima menilai penguatan kesehatan finansial juga bermanfaat bagi stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang. Ini bukan CSR. Ini kebutuhan penting bagi sektor jasa keuangan.
Selain menghadiri forum utama, Ratu Maxima mengikuti diskusi mengenai penipuan dan kecurangan finansial bersama anggota Satgas Pasti dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Dalam forum tersebut, Friderica menjelaskan bahwa IASC mencatat laporan kerugian hampir Rp8 triliun dalam satu tahun operasional.
OJK menyatakan tengah mengembangkan sistem informasi terpadu untuk penanganan penipuan keuangan, serta memperkuat kolaborasi antar-lembaga. Kunjungan Ratu Maxima ditutup dengan pertemuan bilateral bersama seluruh Dewan Komisioner OJK yang membahas tindak lanjut implementasi program financial health di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....