Bangladesh Korban Tewas Gempa Meningkat Jadi 10
- 22 Nov 2025 23:44 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Bangladesh kembali diguncang gempa susulan pada Jumat (22/11), sehari setelah gempa berkekuatan 5,5 magnitudo mengguncang wilayah di luar Ibu Kota Dhaka dan menewaskan sedikitnya 10 orang. Informasi tersebut disampaikan oleh layanan meteorologi nasional Bangladesh.
Pejabat manajemen bencana, Ishtiaqe Ahmed, mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 10 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat gempa utama yang terjadi pada 21 November.
Getaran susulan dengan magnitudo 3,3 tercatat di Palash, distrik Narsingdi, sekitar 29 kilometer dari Dhaka. Sebelumnya, otoritas meteorologi sempat menyebut pusat gempa berada di Ashulia, namun lokasi tersebut direvisi setelah analisis ulang. “Ada kesalahan dalam analisis awal data,” ujar Toriful Newaz Kabir dari Departemen Meteorologi Bangladesh.
Bagi sebagian warga, gempa susulan ini memicu kekhawatiran akan bencana yang lebih besar. Shahnaj Parvin (44), yang tinggal dekat pusat gempa awal, mengaku masih diliputi kecemasan. “Saya tidak merasa aman. Mungkin kami yang berikutnya,” tuturnya. Ia mengatakan rumah-rumah di wilayahnya kini menunjukkan retakan, sementara barang pecah belah di rumahnya hancur akibat getaran kuat sehari sebelumnya.
Pemerintah Bangladesh telah mengaktifkan pusat operasi darurat untuk menilai skala kerusakan serta mengoordinasikan upaya bantuan dan penyelamatan.
Menurut Rubayet Kabir dari Pusat Observasi dan Riset Gempa Departemen Meteorologi, kondisi geografis Bangladesh membuat negara berpenduduk 170 juta jiwa itu rentan terhadap aktivitas seismik. “Kita sering mengalami gempa, meski tidak sekuat yang terjadi pada 21 November,” katanya. Ia menambahkan bahwa meski tidak ada gempa besar dalam lebih dari 100 tahun, kerentanan tetap tinggi.
Ahli meteorologi lainnya menegaskan bahwa gempa susulan merupakan fenomena umum setelah terjadinya gempa besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....