Kodiklatau Kaji Kebutuhan Penerbang TNI AU Tahun 2026–2028
- 08 Nov 2025 15:26 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau) mulai melakukan kajian mendalam terhadap kebutuhan penerbang TNI AU untuk tahun anggaran 2026 hingga 2028. Rapat pembahasan tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan Kodiklatau (Wadan Kodiklatau), Marsda TNI Dr. Benny Arfan, M.MP., MMDS., MSS., di Makodiklatau, Jakarta Timur, Selasa (4/11/2025).
Dalam arahannya, Marsda Benny Arfan menegaskan bahwa Kodiklatau memiliki peran strategis dalam menjamin tersedianya sumber daya manusia penerbang yang unggul, profesional, dan siap mengemban berbagai tugas operasi udara di seluruh satuan jajaran TNI AU.
“Kebutuhan penerbang harus direncanakan secara matang, dengan memperhatikan proyeksi penugasan, ketersediaan alutsista, serta tantangan operasi udara masa depan. Kodiklatau harus memastikan pendidikan dan latihan penerbang mampu menghasilkan personel yang adaptif terhadap teknologi dan dinamika operasi udara modern,” ujarnya.
Rapat tersebut membahas berbagai aspek penting, antara lain jumlah kebutuhan penerbang baru, standar kualifikasi kompetensi, serta pola pembinaan berkelanjutan yang akan diterapkan selama tiga tahun mendatang. Kajian ini diharapkan menghasilkan rumusan strategis yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan program pendidikan dan latihan penerbang agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kesiapan operasional satuan udara.
Rapat dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Kodiklatau, di antaranya Direktur Pendidikan (Dirdik) Kodiklatau Marsma TNI Dirk Poltje Lengkey, S.E., M.M., D., Direktur Penelitian dan Pengembangan (Dirjian) Kodiklatau Marsma TNI Medi Rachman, S.E., MBA., Avi Mgt., MMOASc., MIR., Ph.D., serta Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau Marsma TNI Sapuan, S.Sos., M.M., CHRMP.
Selain itu, Kepala Dinas Operasi dan Latihan TNI AU (Kadisopslatau) dan Danwingdik 100/Terbang Pusdik Kodiklatau turut mengikuti kegiatan secara daring untuk memberikan masukan teknis dan operasional.
Kajian kebutuhan penerbang ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem pembinaan personel TNI AU, seiring dengan peningkatan jumlah dan jenis pesawat baru yang akan memperkuat kekuatan udara nasional. Beberapa satuan udara TNI AU diproyeksikan akan menerima tambahan alutsista tempur generasi baru, seperti pesawat latih dasar, tempur multirole, dan pesawat angkut taktis modern.
| Baca juga: TNI AU Perkuat Sinergi Kelola Udara |
Kodiklatau juga menyoroti pentingnya pembentukan kompetensi penerbang berbasis teknologi digital dan sistem pertahanan udara terintegrasi, guna mendukung pelaksanaan operasi udara yang lebih adaptif, presisi, dan responsif terhadap perkembangan geopolitik kawasan.
Hasil kajian ini akan menjadi landasan penyusunan rencana pendidikan penerbang mulai dari seleksi calon, pelatihan dasar, hingga penugasan operasional di satuan udara. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kasau dalam memperkuat sistem pembinaan karier personel TNI AU yang berbasis kompetensi dan merit.
Dengan adanya perencanaan kebutuhan penerbang jangka menengah ini, Kodiklatau berharap mampu menjamin kesinambungan regenerasi penerbang TNI AU yang tidak hanya andal dalam mengoperasikan pesawat, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan taktis, serta pemahaman strategis terhadap operasi udara terpadu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....