Mission Oriented Training (MOT) 2025 Resmi Berakhir
- 08 Nov 2025 15:21 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Latihan operasi udara terpadu Mission Oriented Training (MOT) 2025 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua belas hari, sejak 25 Oktober hingga 6 November 2025. Kegiatan berskala nasional ini melibatkan ratusan personel dan puluhan pesawat tempur, angkut, dan helikopter dari berbagai skadron udara TNI Angkatan Udara.
Upacara penutupan berlangsung di Gedung ACMI Lanud Iswahjudi, Magetan, dan dipimpin oleh Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional (Kaskoopsudnas), Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., mewakili Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., Kamis (6/11/2025).
Dalam amanat tertulis Pangkoopsudnas yang dibacakan Kaskoopsudnas, disebutkan bahwa latihan MOT merupakan sarana strategis pembinaan kemampuan dan gelar operasi udara terpadu bagi seluruh satuan jajaran TNI AU.
“Melalui latihan ini, dapat terlihat tingkat kesiapan dan profesionalisme satuan, serta efektivitas kerja sama dan koordinasi antar satuan dalam melaksanakan operasi udara. Tujuan utamanya adalah membentuk kemampuan prajurit dan satuan jajaran dalam melaksanakan operasi udara secara komprehensif dan menyeluruh, sehingga senantiasa siap mendukung tugas pokok TNI dan TNI AU,” tegas Pangkoopsudnas.
Selama pelaksanaan MOT 2025, para personel melaksanakan serangkaian skenario operasi udara terpadu yang menuntut kecepatan pengambilan keputusan dan ketepatan koordinasi lintas satuan. Materi latihan mencakup doktrin dan prosedur operasi udara, penerapan command and control system, kemampuan tempur beyond visual range (BVR), hingga penguatan manajemen risiko dan keselamatan penerbangan dalam setiap misi.
Latihan ini juga melibatkan berbagai satuan udara strategis, di antaranya Skadron Udara 3 dan 14 (Lanud Iswahjudi), Skadron Udara 15 (Lanud Juanda), Skadron Udara 33 (Lanud Sultan Hasanuddin), serta unsur Radar dan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) yang bertugas menjaga ruang udara Indonesia.
Selain itu, dukungan unsur komunikasi, logistik, dan pemeliharaan pesawat turut menjadi fokus utama dalam memastikan kesiapan operasional seluruh komponen selama latihan berlangsung.
Mission Oriented Training 2025 menjadi bagian dari program latihan tahunan Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) untuk meningkatkan kesiapan satuan tempur menghadapi berbagai skenario ancaman, baik dalam konteks pertahanan nasional maupun operasi gabungan dengan matra lain.
Latihan ini juga sejalan dengan arah kebijakan modernisasi TNI AU, yang menekankan transformasi kemampuan udara berbasis teknologi, sistem senjata mutakhir, dan kesiapan sumber daya manusia yang unggul.
Upacara penutupan turut dihadiri oleh Pangkodau II Marsda TNI Deny Hasoloan Simanjuntak, Irkoopsudnas, Kapoksahli Koopsudnas, Asops dan Aslog Kaskoopsudnas, para Dangrup Koopsau, Danlanud Iswahjudi, serta sejumlah pejabat dan perwira Koopsudnas lainnya.
Dengan berakhirnya latihan ini, diharapkan seluruh personel TNI AU semakin siap dan terlatih dalam menghadapi berbagai tantangan operasi udara, baik dalam misi pertahanan udara nasional maupun dalam operasi militer selain perang (OMSP).
“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi tolok ukur kesiapan tempur dan profesionalisme TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan dirgantara Indonesia,” tutup Marsda Purwoko Aji Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....