Universitas Terbuka Gelar INNODEL 2025 di Batam
- 05 Nov 2025 00:42 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar konferensi internasional bertajuk The International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL) 2025 di Aston Batam Hotel & Residence, pada Selasa–Rabu, 4–5 November 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk memperkuat inovasi dalam sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh (Open and Distance Learning/ODL).
Konferensi INNODEL 2025 ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci nasional dan internasional, diantaranya Prof. Peter Reimann dari University of Sydney, Prof. Tsuneo Yamada dari The Open University of Japan, serta Prof. Brian Yuliarto dari Indonesia.
Tahun ini, konferensi mengusung tema Strengthening Initiative, Authenticity, and Usefulness (SINAU), yang menekankan pentingnya inisiatif baru dalam sistem pembelajaran jarak jauh yang autentik serta bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat luas.
Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Rahmat Budiman, menegaskan bahwa pembelajaran terbuka dan jarak jauh kini menjadi pilar utama masa depan pendidikan tinggi di Indonesia. “Pembelajaran jarak jauh bukan lagi sekadar alternatif, melainkan bagian integral dari masa depan pendidikan yang menuntut inovasi berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Lebih lanjut, Rahmat Budiman menambahkan bahwa UT sebagai perguruan tinggi negeri memiliki tanggung jawab besar dalam pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah kepulauan.
“UT sebagai perguruan tinggi milik pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan ke semua anak bangsa. Hari ini kita mendapat informasi luar biasa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kepri sangat tinggi padahal adalah daerah kepulauan. Tantangan di sini sangat besar, kalau tidak ada UT, saya kira IPM Kepri tidak akan setinggi ini. Karena orang dari Pulau Galang, Anambas, dan lainnya akan sulit kuliah. Hadirnya UT di Kepri memberikan kesempatan bagi siapa pun yang tinggal di pulau kecil untuk mengeyam pendidikan tinggi negeri yang berkualitas,” ungkapnya.
Sementara itu, mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum internasional ini. Ia menyampaikan bahwa Universitas Terbuka telah memberikan kontribusi nyata dalam memperluas akses pendidikan di daerah kepulauan.
“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. Provinsi Kepri bangga menjadi tuan rumah kegiatan yang membawa semangat inovasi dan pemerataan pendidikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Universitas Terbuka Batam, Angga Sucitra Hendrayana menyampaikan Penyelenggaraan INNODEL 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalies Universitas Terbuka ke-41, sekaligus kegiatan tahunan yang berfokus pada pengembangan dan inovasi di bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Ia optimistis bahwa penyelenggaraan INNODEL semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas akademik UT.
“Melalui kegiatan seminar internasional ini, kita dapat menunjukkan bahwa Universitas Terbuka memiliki kualitas riset dan pengembangan akademik yang terus meningkat. Hal ini semakin menumbuhkan keyakinan mahasiswa dan masyarakat untuk menjadikan UT sebagai pilihan dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Bahkan, di UT Batam kami juga memiliki mahasiswa dari luar negeri, seperti Johor dan Singapura,” jelasnya.
INNODEL 2025 menghadirkan beragam isu strategis serta menyediakan forum berbagi, diskusi, dan konsultasi untuk memelihara inovasi dalam ODL melalui kegiatan exhibition, workshop, dan showcase presenter. Acara ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas negara bagi para akademisi dan praktisi pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....