TNI AU: FGD Revisi Doktrin Swa Bhuwana Paksa

  • 24 Sep 2025 21:04 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Pengembangan doktrin sebagai piranti lunak pertahanan menjadi salah satu prioritas TNI AU. Hal ini berjalan seiring dengan modernisasi alutsista, peningkatan kualitas SDM, validasi organisasi, serta dukungan terhadap program pemerintah.

Hal tersebut ditegaskan Wadan Kodiklatau Marsda TNI Benny Arfan, M.MP., MMDS., MSS., saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Revisi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa. Kegiatan tersebut berlangsung di Seskoau, Lembang, Bandung, Selasa (23/9/2025).

Sebagai Ketua Tim Pokja penyusunan naskah, Wadan Kodiklatau menekankan pentingnya forum akademis dalam memperkaya penyempurnaan doktrin. Seskoau dipilih karena diharapkan mampu menghadirkan masukan objektif dari para dosen dan patun sebelum naskah masuk tahap uji.

Pandangan akademis dan pengalaman beragam dari lingkungan Seskoau menjadi modal berharga. Dengan demikian, revisi doktrin tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga realistis menghadapi dinamika pertahanan udara.

Komandan Seskoau Marsda TNI Dr. Jorry Soleman Koloay, S.I.P., M.Han, yang hadir sebagai narasumber, turut memberikan pandangan. Ia menekankan bahwa penyusunan doktrin harus sinkron dengan instrumen hukum nasional, seperti RUU Pengelolaan Ruang Udara (RUU PRU) dan Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg).

Selain itu, Direktur Doktrin Kodiklatau Marsma TNI Hendro Arif memaparkan sejumlah fokus revisi. Di antaranya adalah penyesuaian dengan rencana strategis dan postur TNI AU, adaptasi teknologi modern, serta studi perbandingan dengan doktrin angkatan udara negara lain.

Menurutnya, doktrin harus terus diperbarui agar mampu mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis global. Hal ini penting karena tantangan keamanan udara semakin kompleks dengan hadirnya teknologi baru seperti drone, AI, dan sistem pertahanan siber.

FGD ini diikuti oleh pejabat TNI AU, dosen, instruktur Seskoau, serta unsur Kodiklatau. Forum ini menghasilkan masukan berharga yang memperkuat naskah revisi agar lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan operasional.

Kegiatan ini diharapkan melahirkan doktrin TNI AU yang relevan, adaptif, dan visioner. Dengan doktrin yang kuat, TNI AU dapat membangun postur pertahanan udara yang modern sekaligus menjaga kedaulatan NKRI di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....