Pisang Cepat Matang dan Hitam, Ini Alasannya
- 06 Okt 2025 12:06 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Pisang dikenal sebagai buah tropis yang lezat dan bergizi tinggi. Rasanya manis, teksturnya lembut, dan bisa dikonsumsi kapan saja. Namun, banyak orang sering dibuat heran karena pisang yang baru dibeli beberapa hari sudah matang berlebihan, bahkan kulitnya berubah menjadi hitam.
Perubahan kulit pisang menjadi hitam oleh gas etilen, yaitu hormon alami yang diproduksi oleh buah-buahan untuk mempercepat pematangan. Gas ini berfungsi mengubah zat pati (karbohidrat) dalam buah menjadi gula sederhana, sehingga pisang terasa manis.
Menurut petani pisang, adnan bahwa pisang termasuk dalam kategori buah klimakterik, yakni buah yang tetap matang meskipun sudah dipetik dari pohon.
“Yang artinya, begitu pisang dipanen, proses pematangan akan terus berlangsung, terutama jika disimpan di ruang terbuka dengan suhu hangat,” ungkapnya.
Selain gas etilen, ditambahkan adnan bahwa suhu lingkungan dan paparan cahaya juga berperan besar dalam mempercepat perubahan warna pisang. Suhu panas akan mempercepat reaksi kimia di dalam buah, sehingga pisang cepat berubah dari hijau menjadi kuning, lalu cokelat, dan akhirnya hitam.
Jika disimpan di tempat lembap atau terkena sinar matahari langsung, kadar air di kulit pisang akan meningkat dan menyebabkan proses oksidasi lebih cepat inilah yang membuat kulit pisang menghitam lebih dini.
Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu menjaga pisang tetap segar lebih lama:
1. Gantung pisang dengan tangkai ke atas agar sirkulasi udara merata.
2. Bungkus tangkai pisang dengan plastik atau aluminium foil untuk menahan pelepasan gas etilen.
3. Simpan di tempat sejuk dan teduh, jauh dari sinar matahari langsung.
4. Jangan campur dengan buah lain yang menghasilkan etilen tinggi.
5. Gunakan kantong kertas, bukan plastik, agar pisang tidak lembap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....