Perjanjian Portsmouth: Akhir Perang Rusia-Jepang 1905

  • 05 Agt 2025 10:51 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Perjanjian Portsmouth menandai berakhirnya Perang Rusia-Jepang (1904–1905), sekaligus menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah diplomasi modern. Perjanjian ini ditandatangani pada 5 September 1905 di Portsmouth, New Hampshire, Amerika Serikat, dengan mediasi langsung dari Presiden Theodore Roosevelt. Perannya yang krusial ini membuat Roosevelt dianugerahi Nobel Perdamaian pada 1906, menjadikannya presiden Amerika pertama yang menerima penghargaan tersebut (sumber: theodorerooseveltcenter.org).

Konflik antara Rusia dan Jepang dipicu oleh ambisi kekuasaan atas wilayah Manchuria dan Korea. Jepang berhasil unggul dalam berbagai pertempuran penting, termasuk kemenangan laut yang besar di Selat Tsushima. Namun, biaya perang yang sangat tinggi menekan kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian damai.

Amerika Serikat, yang saat itu tengah memperluas pengaruh globalnya, menawarkan diri sebagai mediator. Theodore Roosevelt, melalui serangkaian negosiasi yang hati-hati, berhasil mempertemukan delegasi dari Rusia dan Jepang di Portsmouth Navy Yard. Delegasi Jepang dipimpin oleh Komatsu-no-miya Akihito dan Baron Komura Jutarō, sedangkan Rusia diwakili oleh Sergei Witte dan Roman Rosen (sumber: history.state.gov).

Theodore Roosevelt (tengah) bersama utusan perdamaian dari Rusia dan Jepang saat penandatanganan Perjanjian Portsmouth, 1905. (Foto: britannica.com)

Hasil perjanjian tersebut menguntungkan Jepang secara strategis. Rusia sepakat untuk mengakui dominasi Jepang atas Korea, menyerahkan hak atas Port Arthur, Semenanjung Liaodong, dan rel kereta api di Manchuria bagian selatan, serta memberikan setengah Pulau Sakhalin kepada Jepang. Namun, Jepang tidak memperoleh ganti rugi perang seperti yang mereka harapkan, yang kemudian menimbulkan kekecewaan di kalangan publik Jepang (sumber: britannica.com dan thoughtco.com).

Perjanjian Portsmouth tidak hanya menghentikan perang, tetapi juga memperkuat posisi Jepang sebagai kekuatan besar di Asia Timur dan menunjukkan bahwa kekuatan non-Barat bisa mengalahkan kekuatan Eropa. Di sisi lain, mediasi Roosevelt dianggap sebagai simbol masuknya Amerika ke dalam panggung diplomasi internasional yang lebih aktif.

Menurut Theodore Roosevelt Center, Roosevelt sendiri mencatat bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal politik, tapi juga tentang ‘peran moral dan strategis Amerika dalam menciptakan perdamaian dunia.’ (FIM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....