Sensasi Kriuk Gorengan dan Proses di Balik Kerenyahannya
- 04 Okt 2026 18:48 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Gorengan menjadi salah satu camilan yang hampir selalu punya tempat di meja makan masyarakat Indonesia. Bakwan, tahu, tempe, pisang, hingga risol memiliki tekstur yang berbeda meskipun sama-sama dimasak dengan cara digoreng. Salah satu hal yang membuat gorengan terasa menggugah selera adalah bunyi kriuk ketika lapisan luarnya digigit. Menariknya, suara renyah tersebut ternyata bisa berbeda antara satu gorengan dengan gorengan lainnya.
Bunyi kriuk pada gorengan berkaitan erat dengan tekstur lapisan luarnya. Adonan yang digunakan, kandungan air, jenis tepung, serta ketebalan lapisan dapat memengaruhi tingkat kerenyahan. Ketika gorengan masuk ke dalam minyak panas, air di dalam bahan makanan menguap dan membentuk tekstur yang lebih kering pada bagian luar. Semakin tepat prosesnya, semakin terasa sensasi renyah ketika gorengan digigit.
Jenis tepung juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi karakter gorengan. Tepung terigu, tepung beras, tepung tapioka, atau campurannya dapat menghasilkan tekstur yang berbeda. Misalnya, penggunaan tepung beras pada adonan tertentu dapat memberikan sensasi yang lebih ringan dan renyah, sementara komposisi tepung lainnya dapat menghasilkan lapisan yang lebih tebal atau garing. Karena itu, setiap penjual bisa memiliki hasil gorengan yang terasa berbeda meski menggunakan bahan utama yang sama.
Selain bahan, suhu minyak dan teknik menggoreng turut menentukan hasil akhirnya. Minyak yang terlalu dingin dapat membuat makanan menyerap lebih banyak minyak dan menghasilkan lapisan yang kurang renyah. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cepat matang sementara bagian dalam belum cukup matang. Jumlah makanan yang dimasukkan sekaligus juga perlu diperhatikan karena dapat membuat suhu minyak turun dan memengaruhi tekstur gorengan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....