Mengenal Liang Teh, Minuman Herbal Tradisional

  • 08 Sep 2026 09:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Liang teh dikenal sebagai minuman herbal yang kerap dikonsumsi ketika tubuh terasa kurang nyaman. Meski memiliki kata “teh” dalam namanya, minuman ini sebenarnya tidak dibuat menggunakan daun teh seperti teh pada umumnya.

Mengutip Jurnal Pangan dan Agroindustri, liang teh berasal dari liang cha, yakni minuman herbal yang berkembang di wilayah China Selatan. Minuman tersebut dibuat dengan cara merebus berbagai tanaman herbal menggunakan air hingga menghasilkan cita rasa dan warna yang khas.

Berbeda dari teh biasa yang menggunakan tanaman Camellia sinensis, liang teh dapat diracik dari beragam jenis tanaman. Hal tersebut membuat setiap liang teh memiliki karakter rasa, warna, dan aroma yang berbeda, tergantung bahan serta resep yang digunakan.

Tidak terdapat satu formula khusus yang menjadi standar pembuatan liang teh. Setiap daerah maupun penjual dapat menggunakan kombinasi tanaman herbal yang berbeda sesuai tradisi dan resep yang diwariskan atau dikembangkan masing-masing.

Salah satu varian liang teh yang cukup terkenal adalah Wong Lo Kat. Minuman ini mulai dikenal di wilayah Guangdong dan Guangxi pada 1828 setelah diracik oleh seorang herbalis bernama Wang Zebang.

Pada masa awal perkembangannya, ramuan tersebut digunakan dalam tradisi pengobatan. Masyarakat China Selatan kemudian mengenal minuman herbal ini sebagai bagian dari kebiasaan untuk membantu memberikan rasa nyaman ketika menghadapi kondisi cuaca panas dan lembap.

Istilah liang dalam liang cha memiliki kaitan dengan makna “sejuk” atau “dingin”. Dalam konsep pengobatan tradisional Tiongkok, istilah tersebut berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan tubuh terhadap kondisi yang dianggap terlalu panas.

Bahan yang digunakan untuk membuat liang teh pun sangat beragam. Beberapa resep dapat memanfaatkan cincau hitam, pandan, jahe, bunga krisan, serta berbagai tanaman herbal lainnya.

Perbedaan komposisi tersebut membuat cita rasa liang teh tidak selalu seragam. Sebagian racikan memiliki rasa manis, sementara lainnya cenderung pahit dengan aroma herbal yang lebih kuat.

Seiring waktu, tradisi minum liang teh menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, minuman ini berkembang menjadi bagian dari kuliner dan tradisi masyarakat keturunan Tionghoa.

Saat ini, liang teh dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan tempat. Minuman tersebut tersedia sebagai racikan di kedai, sajian di restoran, hingga produk minuman herbal dalam kemasan.

Meski minuman herbal kerap dikaitkan dengan manfaat tertentu bagi kesehatan, penggunaannya tetap perlu memperhatikan bahan yang terkandung di dalamnya. Berbagai klaim manfaat herbal juga tidak selalu memiliki tingkat dukungan bukti ilmiah yang sama.

Liang teh menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi minuman dari suatu wilayah dapat menyebar dan beradaptasi di tempat lain. Meski namanya menggunakan kata “teh”, minuman ini justru memperlihatkan beragamnya pemanfaatan tanaman herbal dalam tradisi China Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....