Manisnya Nagasari, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
- 26 Agt 2026 09:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Nagasari merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang masih memiliki tempat di hati masyarakat hingga saat ini. Kue yang identik dengan bungkus daun pisang ini dibuat dari tepung beras, santan, gula, dan pisang sebagai isian. Adonan yang lembut berpadu dengan rasa manis alami dari pisang, sementara aroma daun pisang yang muncul setelah proses pengukusan memberikan karakter tersendiri. Kesederhanaan bahan dan proses pembuatannya justru menjadi daya tarik nagasari, sehingga kue ini tetap mudah ditemukan di pasar tradisional, toko kue, hingga berbagai acara keluarga.
Salah satu ciri khas nagasari adalah penggunaan daun pisang sebagai pembungkus sekaligus bagian yang memperkuat aroma kue. Adonan tepung beras dan santan dibungkus bersama potongan pisang, kemudian dikukus hingga matang dan menghasilkan tekstur yang lembut. Pisang yang berada di bagian tengah memberikan rasa manis ketika kue disantap. Kombinasi tepung beras, santan, pisang, dan aroma daun pisang tersebut membuat nagasari memiliki cita rasa yang sederhana, tetapi mudah dikenali dan berbeda dari jajanan modern.
Nagasari juga menjadi bagian dari tradisi jajanan pasar yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kue ini kerap hadir dalam berbagai acara keluarga, pertemuan masyarakat, hingga sajian sederhana untuk menemani waktu bersantai. Kehadirannya di pasar tradisional juga membuat nagasari dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bagi sebagian orang, menikmati nagasari bahkan dapat menghadirkan kenangan masa kecil ketika jajanan tradisional masih menjadi pilihan utama untuk menikmati camilan dengan harga terjangkau.
Seiring perkembangan kuliner, nagasari juga mulai mengalami berbagai inovasi. Beberapa pembuat kue menghadirkan variasi bahan, warna, maupun isian untuk menarik minat konsumen, terutama generasi muda. Meski demikian, nagasari dengan adonan putih lembut, potongan pisang di bagian tengah, dan pembungkus daun pisang tetap menjadi versi yang paling dikenal. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa jajanan tradisional dapat mengikuti perkembangan selera tanpa harus kehilangan identitas utamanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....